Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 17:17 WIB

BWF World Tour 2019

Tersingkir di Fase Grup, Jojo Petik Pelajaran

Oleh : Arif Budiwinarto | Sabtu, 14 Desember 2019 | 08:02 WIB
Tersingkir di Fase Grup, Jojo Petik Pelajaran
(Foto: badmintonindonesia)
facebook twitter

INILAHCOM, Guangzhou - Jonatan Christie harus mengubur harapannya untuk bisa lolos ke babak semifinal BWF World Tour Finals 2019 Guangzhou setelah kalah dari tunggal putra Jepang, Kento Momota.

Pada pertandingan ketiga fase penyisihan Grup A yang berlangsung di Tianhe Gymanasium, Jumat (13/12/2019) malam, Jojo menyerah dua gim langsung dari pebulutangkis nomor satu dunia itu dengan skor 14-21 dan 14-21.

Meski belum berhasil lolos dari bababk penyisihan, namun Jonatan mengaku dapat pelajaran berharga saat bentrok dengan Momota di pertemuan kali ini.

"Harus saya akui, Momota main lebih bagus, permainan dia jauh lebih matang dari saya dan dia bisa lebih enjoy main hari ini. Yang pasti, Momota sangat baik dalam mengatur ritme permainan. Itu yang saya rasa dia betul-betul berkelas, jadi wajar kalau dia pemain nomor satu dunia dan susah dikalahkan. Hal itu yang harus saya petik dan pelajari dari dia," ungkap Jojo sapaan Jonatan Christie dalam rilis yang diterima INILAHCOM.

"Kelihatan sekali dari feelingnya. Pergerakan dia sangat efisien. Dia tahu kapan dia harus menyerang dan kapan harus bertahan. Akurasi pukulannya juga matang," lanjutnya memuji penampilan Momota.

Pada pertarungan yang berlangsung selama 38 menit itu, Jonatan mengakui permainnya kurang memuaskan karena belum bisa memberikan pertarungan terbaik saat menghadapi Momota.

"Jujur saya kecewa dengan permainan saya hari ini. Bukan soal menang-kalahnya atau lolos tidaknya, tapi lebih ke permainan saya yang nggak keluar sama sekali bahkan untuk mengimbangi permainan Momota," jelasnya.

Sebelumnya, di fase penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2019 Guangzhou, Jonatan mampu menorehkan satu kemenangan atas Anders Antonsen (Denmark) di laga pertama, dan kalah dari Wang Tzu Wei (Taiwan) di pertandingan berikutnya.

"Sebetulnya saya punya start yang bagus di kejuaraan ini, waktu menang di pertandingan pertama. Tapi sayang momentum saya drop saat kalah di pertandingan kedua. Karena ini world tour finals pertama saya, jadi ini jadi pembelajaran berharga lagi buat saya untuk kedepannya bisa lebih baik lagi," tuturnya.

Tersingkir di fase grup, Jonatan mengatakan bila dirinya akan segera memperbaiki penampilan dengan beberapa catatan yang sudah dikantonginya.

"Pertama fisik saya harus lebih siap lagi. Kemudian yang kedua akurasi pukulan saya harus dipertajam lagi. Yang terakhir saya harus bisa belajar untuk bermain efisien dan bisa menjaga ritme permainan," pungkas peraih medali emas ASIAN Games 2018.

Komentar

x