Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 06:14 WIB

PBSI Realistis di Indonesia Masters 2020

Oleh : Arif Budiwinarto | Kamis, 21 November 2019 | 17:35 WIB
PBSI Realistis di Indonesia Masters 2020
(Foto: Inilahcom/Arif BW)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PB PBSI tidak menargetkan banyak gelar juara di ajang Indonesia Masters 2020. Terpenting, pemain bisa memperlihatkan peningkatan pencapaian dibanding tahun sebelumnya.

Turnamen bulu tangkis Indonesia Masters dipastikan kembali bergulir tahun 2020 di Istora, Senayan, Jakarta, tanggal 14-19 Januari mendatang. Meskipun masuk di kategori level 500, ajang tersebut bakal diikuti banyak pebulutangkis dunia guna menambah perolehan poin sebagai modal lolos ke Olimpiade 2020.

Pada Indonesia Masters 2019, Indonesia cuma mendapat satu gelar juara yang diraih pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sedangkan untuk tahun depan, PBSI tak mau terlalu tinggi mematok target. Sebab, persaingan semakin merata. Terlebih setiap pebulu tangkis yang berlaga akan termotivasi meraih hasil sebaik mungkin dalam upaya pengumpulan poin menuju Olimpiade 2020.

"Target di Indonesia Masters 2020, kalau kita maunya target bisa semua (sapu bersih), kan biar bisa memotivasi mereka. Pokoknya yang terbaik aja dulu, minimal kita bisa meraih satu gelar lah," kata Kepala Binpres PB PBSI, Susy Susanti, kepada wartawan seusai jumpa pers Indonesia Masters 2020 di Jakarta, Kamis (21/11/2019) siang WIB.

"Jika ditanya target, saya selalu jawab realistis yang terpenting dapet gelar karena persaingan ketat dan padatnya jadwal," ia menambahkan.

Hal senada diungkapkan Hendra Setiawan, ia tidak memasang target juara di ajang Indonesia Masters 2020. Pada gelaran serupa tahun 2019, Hendra yang berpasangan dengan Mohammad Ahsan bisa mencapai final, namun mereka harus puas jadi juara dua setelah takluk dari Kevin/Marcus.

"Kalau ditanya soal target, saya gak mau muluk-muluk ya, sampai semifinal aja dulu. Kalau nanti bisa lebih ya itu bagus buat nambah poin kita ke Olimpiade (2020)," kata Hendra.

Sedangkan di sektor tunggal, Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung, termotivasi meraih hasil bagus di Indonesia Masters 2020. Pada tahun 2019, Jojo mampu mencapai semifinal sebelum dikandaskan oleh Anders Antonsen yang di akhir gelaran jadi juara, sementara Gregoria tersingkir di babak kedua.

"Karena perolehan poin saya belum aman, Indonesia Masters 2020 jadi kesempatan bagi saya menambah poin untuk kualifikasi Olimpiade. Saya tidak mau bicara target juara, hanya saja ingin melebihi pencapaian tahun 2019. Kalau bisa sih jangan sampai cedera juga," kata Jonatan.

"Sepanjang 2019 penampilan saya memang belum memuaskan ya, jadinya ranking menurun. Main di depan pendukung sendiri tentu jadi motivasi buat saya memberikan yang terbaik. Kalau target sih, pinginnya melewati yang tahun ini," ujar Gregoria menimpali.

Komentar

Embed Widget
x