Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 15:20 WIB

KONI Ingin Akuatik Jadi Pendulang Medali Emas

Kamis, 14 November 2019 | 06:04 WIB
KONI Ingin Akuatik Jadi Pendulang Medali Emas
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) sepakat untuk meningkatkan kerjasama membina atlet-atlet muda, khususnya akuatik untuk kemajuan prestasi olahraga Indonesia.

Demikian kesepakatan yang terungkap dalam pertemuan jajaran elit KONI Pusat dan PB PRSI di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Rabu (13/11/2019). Hadir dalam acara tersebut pengurus PRSI antara lain Anindya N. Bakrie (Ketua Umum), Ali Patiwiri (Sekjen) Harlin Rahardjo (Waketum), Sarman Simanjorang (Waketum), Reva Deddy Utama (Binpres), Teguh Anantawikrama (Wasekjen), Zoraya Perucha (Kabid Humas), Agus Susanto (Humas).

Mereka diterima Ketua Umum KONI, Letjen TNI (purn) Marciano Norman dan Sekjen KONI, Ade Lukman. Dalam keterangan pers yang diperoleh INILAHCOM, Marciano menyambut baik sinergitas KONI dan PRSI dalam upaya pembinaan cabang olahraga potensial seperti akuatik.

Akuatik sendiri dihuni beberapa cabang olahraga yakni renang, loncat indah, polo air, renang artistik dan renang perairan terbuka serta renang master. Agenda terdekat adalah membahas SEA Games 2019 Filipina, PON 2020 Papua dan Olimpiade 2020 Jepang.

"Kita mendapat kehormatan dengan kunjungan dari PB PRSI pimpinan Anindya Bakrie. Kita
berbagi ilmu bagaimana meningkatkan pembinaan prestasi olahraga khususnya akuatik. Beliau menyampaikan perkembangan atlet akuatik, sedangkan kita KONI memberikan masukan supaya ke depan, akuatik menjadi cabang olahraga yang bisa menyumbang medali emas, setiap mengikuti multi event atau single event," kata Marciano.

Dalam kesempatan tersebut, Anindya Bakrie mengakui membutuhkan peran KONI, untuk membangun prestasi akuatik Indonesia. Ia juga menjelaskan mengenai program pengiriman atlet ke luar negeri seperti Amerika Serikat. Program ini, kata Anindya Bakrie, merupakan program jangka panjang pembinaan atlet-atlet muda.

"Bisa silaturahmi dengan Ketum KONI sangat baik sekali karena PRSI merupakan bagian dari KONI dan tentu ingin beri kontribusi positif," ujar Anindya Bakrie.

"Tadi Ketum KONI juga berpesan untuk fokus pada yang muda. Kita juga sedang mencoba kepada para perenang muda untuk punya kesempatan sekolah di luar negeri seperti Amerika Serikat. Seperti para perenang senior sebelumnya. Dengan berlatih di Amerika Serikat bisa meningkatkan kemampuan baik dari segi mental dan juga jam terbang yang sangat kompetitif," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Anindya berharap pada SEA Games 2019 Filipina kontingen akuatik bisa melebihi raihan SEA Games 2017 Malaysia. Pada SEA Games 2017 silam, cabang olahraga akuatik mampu menyumbangkan 25 medali untuk Indonesia dengan rincian 4 emas, 11 perak, dan 10 perunggu.

"Untuk SEA Games 2019, ada 13 perenang, 13 atlet polo air putra, dan tiga atlet loncat indah. Pokoknya, mereka sudah berusaha yang terbaik dalam menyiapkan segalanya untuk bisa menyaingi pencapaian 2 tahun lalu," ia menutup.

Komentar

Embed Widget
x