Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 03:34 WIB

Denmark Open 2019

Anthony Ginting Tersingkir di Babak Pertama

Oleh : Arif Budiwinarto | Selasa, 15 Oktober 2019 | 22:49 WIB
Anthony Ginting Tersingkir di Babak Pertama
(badmintonindonesia)
facebook twitter

INILAHCOM, Odense - Anthony Sinisuka Ginting terpaksa angkat koper lebih awal dari Denmark Open 2019. Ia kalah di babak pertama dari Brice Leverdez (Prancis).

Pada pertandingan yang berlangsung di Odense Sports Park, Selasa (15/10/2019) malam WIB, Anthony yang merupakan unggulan kedelapan harus mengakui keunggulan Brice dengan skor 21-16, 19-21, 20-22 selama 1 jam 13 menit.

Kekalahan ini menjadi yang pertama buat Anthony dari lawannya tersebut. Sebelumnya tunggal putra Indonesia ini sudah mengantongi tiga kemenangan dari Leverdez. Terakhir mereka berhadapan di New Zealand Open 2019.

"Saya cukup kecewa dengan hasil hari ini, karena harus kalah di babak awal. Target saya tentunya berharap lebih tinggi, karena sekarang sudah perebutan poin menuju Olimpiade. Tapi hari ini memang lawan main lebih rapi dan lebih siap dari sebelumnya. Beberapa pukulan yang sudah saya rancang untuk menyerang dia, ternyata masih bisa dia balikkan," Kata Anthony dalam rilis yang diterima INILAHCOM.

"Persaingan di tunggal putra sebenarnya cukup ketat. Head to head dan rangking kadang nggak menjamin pasti menang. Siapa yang benar-benar siap, dia yang bisa menang di lapangan," ia menambahkan.

Di game pertama, Anthony mampu meraih kemenangan, setelah kerap memimpin poin atas lawan. Masuk di game dua, Anthony mulai mendapat perlawanan dari Leverdez dan harus kalah tipis 19-21.

Dalam kondisi imbang 1-1, Anthony tak berhasil membuka game penentu dengan baik. Ia tertinggal 2-11 dari lawan. Jatuh bangun, Anthony mencoba mengejar ketertinggalannya. Ia akhirnya mampu membalikkan keadaan menjadi 20-19. Sayang setelah itu, langkah Anthony harus terkunci dan kalah 20-22.

"Game ketiga sebenarnya jadi penentu, tapi saya salah start, jadi jauh ketinggalan. Setelah itu saya coba buat nothing to loose aja, ambil poin satu-satu. Tapi pas poin kritis, ya bisa dibilang dia lebih beruntung. Karena tadi pas 20-20 bolanya dia seperti out tipis, tapi akhirnya dinyatakan masuk."

"Kalau poin kritis kaya gitu kan satu poin sangat berpengaruh. Sayang tadi saya terlalu jauh di awal. Kalau bisa ketat dari awal game ketiga mungkin bisa beda ceritanya," ia memungkasi.

Komentar

Embed Widget
x