Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 08:09 WIB

Malang Jadi Kebanggaan di Indonesia Masters 2019

Oleh : Arif Budi Winarto | Selasa, 8 Oktober 2019 | 19:40 WIB
Malang Jadi Kebanggaan di Indonesia Masters 2019
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Turnamen bulu tangkis Yuzu Indonesia Masters 2019 rampung digelar. Kota Malang sukses menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis BWF Tour Super 100. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.

Gelaran Indonesia Masters 2019 Super 100 berlangsung dari tanggal 1-6 Oktober 2019 di GOR Ken Arok, Kota Malang. Kejuaraan yang memperebutkan total hadiah USD 75.000 (1,060 miliar Rupiah) diikuti 281 pebulutangkis dari 15 negara. Di antaranya, Indonesia, Tiongkok, Jepang, Thailand, India, Malaysia dan beberapa negara lainya. Sebelumnya, di tahun 2018, gelaran yang sama dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung.

Gelaran Indonesia Masters 2019 Super 100 terbilang sukses, indikasinya terlihat pada animo masyarakat yang selalu memenuhi GOR Ken Arok sepanjang turnamen berlangsung. Guna memberikan kenyamanan bagi atlet yang bertanding dan penonton, panitia pelaksana sudah berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkot Malang melakukan revitalisasi GOR Ken Arok.

Ini terlihat dari kondisi lapangan utama yang dipakai pertandingan terbilang istimewa karena sudah memenuhi standard internasional. Selain lapangan, kursi penonton juga dibuat senyaman mungkin plus penyejuk ruangan sehingga membuat penonton benar-benar menikmati setiap momen pertandingan.

Di luar bangunan GOR, panitia memadukan konsep olahraga dan hiburan (Sportainment) dengan menghadirkan sport booth yang memajang deretan foto bersejarah legenda-legenda bulutangkis Indonesia serta tayangan audio visual mengenai sejarah kejayaan Indonesia di kancah bulutangkis internasional.

Bagi yang tidak kebagian tiket masuk ke dalam GOR, panitia juga menyediakan beberapa layar untuk nobar (nonton bareng). Tak ketinggalan pula spot-spot foto Instagramable, serta pojok kuliner, bazzar, dan hiburan live music.

"Tidak hanya menyuguhkan pertandingan bulutangkis kelas dunia, tapi juga ada bazaar makanan dan hiburan yang live musik. Tentunya memberikan daya tarik tersendiri," kata Ketua PBSI Provinsi Jawa Timur, Oei Wijanarko Adi Mulya.

Wakil Walikota Malang, Sutiaji, atas nama Pemerintah Kota Malang mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kota apel menyelenggarakan salah satu turnamen bulutangkis BWF World Tour 2019. Bukan cuma mengangkat nama Malang sebagai salah satu kota olahraga di Indonesia, Sutiaji melihat turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019 Super 100 juga ikut menggerakan perekonomian rakyat. Ia berharap kedepannya Malang kembali mendapat kepercayaan menggelar event serupa atau mungkin lebih besar.

"Saya, atas nama Pemerintah Kota Malang, mengucapkan banyak terima kasih kepada PBSI. Artinya, Kota Malang layak untuk gelaran even ini. Bahkan, saya sampaikan, masih ada gedung lagi jika nantinya pada gelaran yang lain membutuhkan lebih banyak lapangan," ujar Sutiaji dalam penutupan acara.

"Efek dominonya cukup tinggi Dari informasi yang saya terima, hotel yang disewapun mencapai 250 kamar. Selain itu, UMKM, kuliner, mendapat kesempatan. Semoga gelaran ini memberikan angin positif. Bahkan, sampai pembinaan cabor ini di Kota Malang, bisa meningkat," ia menambahkan.

Indonesia Raih Satu Gelar Juara

Di hari terakhir turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019 Super 100, Indonesia mampu mengamankan satu gelar juara di sektor ganda putri atas nama Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto.

Pada laga final, Fadia/Ribka mengalahkan sesama ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, dua gim langsung 23-21, 21-15. Sementara empat gelar lain jadi milik wakil Cina sekaligus menobatkan mereka sebagai juara umum Indonesia Masters 2019 Super 100.

Cuma meraih satu gelar juara, tentu ini diluar harapan dari PBSI yang menargetkan tiga gelar. Akan tetapi, Indonesia bisa berbangga karena sekali lagi mampu membuktikan sebagai tuan rumah yang baik bagi turnamen bulutangkis kelas dunia.

Ketua Pelaksana Indonesia Masters 2019 Super 100, Achmad Budiharto, puas dengan penyelenggaraan turnamen ini. Menurutnya, gelaran berjalan dengan sukses.

"Sampai hari terakhir bisa dikatakan berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Mulai dari persiapan sampai pelaksanaannya sudah sesuai dengan yang kami programkan sebelumnya," ujar Budiharto

"Meskipun di awal kami menghadapi beberapa kendala, tapi setelah bekerja sama dengan semua pihak baik pemerintah daerah maupun sponsor, semua kendala itu bisa diatasi," ia menambahkan.

Budiharto juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang yang mampu menciptakan atmosfer nyaman serta berkesan selama gelaran Indonesia Masters 2019 Super 100.

Perlu diketahui Malang merupakan kota besar kedua di Indonesia yang berkesempatan menggelar turnamen bulutangkis dalam rangkaian BWF World Tour 2019. Jakarta sebagai ibukota negara sudah dua kali jadi tuan rumah untuk turnamen Indonesia Masters 2019 Super 500 serta Indonesia Open 2019 Super 1000.

Budiharto juga tidak menutup kemungkinan kota Malang bakal kembali menjadi tuan rumah turnamen-turnamen bulutangkis level internasional di tahun mendatang.

"Kita berharap dari PP PBSI ini bukan yang terakhir di Malang, melihat antusiasme penonton dan para pejabat di kota ini mereka sangat bagus sekali menyambut turnamen ini."

"Kami berharap di masa yang akan datang Malang bisa kembali menjadi tuan rumah," ia memungkasi.

Komentar

Embed Widget
x