Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 08:15 WIB

KONI Tata Persiapan Pembentukan Pengurus eSports

Oleh : Reza Adi Surya | Sabtu, 5 Oktober 2019 | 05:45 WIB
KONI Tata Persiapan Pembentukan Pengurus eSports
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) siap ambil bagian dalam perkembangan eSports Indonesia. Mereka akan menata persiapan untuk pembentukan pengurus besar eSports Indonesia.

Keputusan tersebut diambil setelah terselenggaranya Simposium eSports Indonesia yang diselenggarakan di Kantor KONI Pusat, Kamis (3/10/2019). Simposium eSports Indonesia kali ini dibuka oleh Frengky Ong, selaku penanggung jawab dari acara simposium.

Simposium eSports Indonesia kali ini dibuka oleh Frengky Ong, selaku penanggung jawab dari acara simposium. Dalam sambutannya, Frengky Ong mengatakan, simposium ini paling lengkap karena dihadiri oleh para stakeholder eSports di Indonesia seperti tim eSports, perwakilan liga, perwakilan e-payment, sponsor, serta tiga asosiasi game di Indonesia seperti AGI, AVGI, dan IeSPA.

"Simposium ini diadakan di 'rumah kita', rumah bersama untuk persatuan eSports di Indonesia yang netral dan profesional yaitu di gedung KONI Pusat. Simposium ini guna mendapatkan masukan dari semua stakeholder termasuk aspirasi dari masyarakat guna penyusunan dan pembentukan Pengurus Besar Esports Indonesia," ujarnya.

Tidak hanya dari pelaku Industri eSports saja, simposium ini juga dihadiri oleh Mielitza K selaku perwakilan dari orang tua. Dalam pemaparannya, Mielitza juga memberikan beberapa pandangan dan usulan terkait eSports.

"Ke depannya, KONI punya peran penting untuk mendukung program pemerintah sebagai perpanjangan tangan eSports di indonesia. Tentunya harus dengan regulasi yang jelas. Karena ada rambu-rambu di situ. Kita bisa memproteksi anak-anak kita. Dampaknya juga harus dilihat dari sisi mana, pendidikan, psikologi, kesehatan lingkungan sosial dan lain-lain," kaa Mielitza.

"Berikutnya, dukung hobi yang bisa menjadi bakat untuk berprastasi sekaligus bisa menjadi seorang entrepreneur. Karena sekarang game juga bisa menghasilkan," lanjutnya.

Dari hasil simposium terumuskan ada beberapa tantangan bagi industri eSports terkait persepsi masyarakat terutama orangtua yang masih memandang sebelah mata eSports. Tidak hanya itu, saat ini eSports juga masih belum menjadi cabang olahraga resmi di Indonesia. Sehingga, kompetisi eSports masih dilakukan secara sendiri-sendiri. Tak hanya dua tantangan tersebut, tentu saja masih ada tantangan-tantangan lainnya yang akan hadir di Industri ini.

Untuk itu, Melalui simposium ini KONI juga mengungkapkan, pihaknya akan segera membentuk pengurus besar eSports Indonesia. Induk cabang eSports ini akan terbentuk dengan melibatkan berbagai Stakeholder mulai dari Tim eSports Profesional, Developer Game, Media, Event Organizer, dan juga Asosiasi game di Indonesia.

"KONI bertekad untuk menata persiapan pembentukan pengurus besar eSports Indonesia. Kita bekerja sama dengan Kementerian Pemuda Olahraga, Kementerian KOMINFO, Kemudian dengan Komite Olimpiade Indonesa dan seluruh Stakeholder eSports Indonesia," ungkap ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

"Dari situ kita yakin perkembangan eSports di Indonesia ini akan membuat suatu langkah yang sangat maju dan Esports ini sebagai organisasi juga akan betul-betul menjadi organisasi yang dicintai oleh anak muda," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x