Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 09:04 WIB

Disarankan Ganti Nama, Ini Jawaban PB Djarum

Oleh : Arif Budiwinarto | Kamis, 12 September 2019 | 16:07 WIB
Disarankan Ganti Nama, Ini Jawaban PB Djarum
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ada usulan PB Djarum mengganti nama supaya proses audisi bulutangkis tidak menyalahi aturan. Namun, usulan tersebut ditolak. Apa alasannya?

Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum 2019 menuai polemik setelah muncul kritik dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menilai adanya eksploitasi anak dalam event pencarian bibit pebulutangkis muda tersebut.

Dalam audisi yang digelar di 5 kota besar, para peserta audisi yang rata-rata berusia di bawah 18 tahun diharuskan mengenakan kaus yang diberikan panitia audisi bertuliskan PB Djarum serta banyak atribut khas merek rokok Djarum di lokasi audisi.

Kegiatan tersebut dianggap melanggar Peraturan Pemerintah (PP) 109 yang mengatur perlindungan khusus bagian anak dan perempuan hamil. Pada PP 109 tersebut, terutama pasal 47, menyatakan bahwa "Setiap penyelenggaraan kegiatan yang disponsori produk tembakau dan atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun".

Sempat muncul usulan dari mantan Komisioner KPAI, Erlinda, agar PB Djarum mengganti nama tidak menggunakan merek rokok dalam menggelar audisi beasiswa bulu tangkis.

Pengurus PB Djarum, Lius Pongoh, menyebut usulan tersebut terlalu mengada-ada, karena merupakan identitas serta punya unsur historis dalam perjalanan klub bulutangkis asal kota Kudus tersebut.

"Kenapa PB Djarum gak ganti nama? Tidak bisa, kami tetapi pakai nama PB Djarum karena ini kan entitas sebuah klub, masa diganti PB Angin Ribut," jelas Lius usai mediasi antara Menpora, PB Djarum dan KPAI di Jakarta, Kamis (12/9/2019) siang WIB.

Dalam mediasi yang berlangsung di Gedung Kemenpora menghasilkan sejumlah keputusan, diantaranya KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian Audisi Djarum. Selain itu, Menpora juga merekomendasikan PB Djarum melanjutkan audisi tanpa menggunakan logo, mereka dan brand image Djarum.

Lius menilai keputusan tersebut bisa menyudahi polemik yang beredar di publik. Namun demikian, ia belum bisa memastikan apakah audisi bulutangkis PB Djarum pada tahun depan.

"Tadi kan sudah disampaikan Pak Menpora (Imam Nahrawi), untuk tahun 2019 ini audisi masih berlanjut di tiga kota pakai nama Audisi Beasiswa Bulu tangkis. Sebenarnya, kemarin (audisi) di Purwokerto juga sudah pakai nama itu."

"Buat tahun 2020, saya belum tahu, karena kami (PB Djarum) perlu konsolidasi internal dulu, baru nanti diputuskan mau seperti apa tahun depan," ia memungkasi.

Sebelumnya, PB Djarum mengumumkan menghentikan audisi bulu tangkis pada 2020 mendatang. Langkah diambil setelah muncul tudingan dari KPAI adanya eksploitasi anak dalam memasarkan brand image Djarum yang dikemas dalam acara audisi.

Komentar

Embed Widget
x