Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 19:35 WIB

Kontroversi Audisi PB Djarum, Ini Kata Kemenpora

Oleh : Andi Putra | Kamis, 1 Agustus 2019 | 22:55 WIB
Kontroversi Audisi PB Djarum, Ini Kata Kemenpora
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), melalui Asisten Deputi Pendidikan dan Iptek, Washington Sigalingging, angkat bicara terkait program beasiswa PB Djarum.

Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti audisi beasiswa bulutangkis yang diadakan di bawah Djarum Foundation dinilai melakukan eksploitasi anak.

PB Djarum dinilai menggunakan anak-anak sebagai media brand-image mereka rokok mereka. Di mana para peserta diberi kaus bertuliskan mereka Djarum, dan tempat penyelenggaraan juga dipenuhi dengan atribut Djarum.

"Jadi kalau kami melihat eventnya bagus lah. Persoalannya ada dilihat dari sisi brand imagenya, nah itu yang kita agak susah menilainya, karena kalau kami hanya fokus ke pembinaanya saja," kata Washington.

Kegiatan tersebut dianggap melanggar Peraturan Pemerintah (PP) 109 yang mengatur perlindungan khusus bagian anak dan perempuan hamil. Pada PP 109 tersebut, terutama pasal 47, menyatakan bahwa "Setiap penyelenggaraan kegiatan yang disponsori produk tembakau dan atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun".

"Tapi memang ada undang-undang yang mengatur, kalau klub harus begitu belum ada. Tapi ada sudut pandang lain kalau ada pemanfaatan kegiatan untuk mengoptimalkan brand image jadi ekploitasinya itu, dalam hal ekonominya, rokoknya itu," lanjutnya.

"Kami melihat ini bukan event kejuaraan masalahnya. Ini konteknya seleksi cuma dikemas dalam bentuk audisi, seleksi itu berbagai macam cara silakan saja. Cuma kan kebetulan ini yang melaksanakan Djarum (nama rokok) sendiri, tapi kalau nama klubnya Jaya Raya ya tidak masalah."

"Kami hanya mendorong kalau memang itu menyalahi ketentuan promosi atau produk. Ya itu kita sebagai pemerintah ya harus cegah itu, apalagi kan anak-anak yang banyak tidak paham soal itu, makanya lebih fair kalau audisi itu menggunakan pakaian bebas saja, untuk anak-anak.
Pembinaanya kami sangat dukung, kami juga berharap semua perusahaan swasta juga membantu pembinaan ini, karena kememapuan ekonomi pemerintah kita terbatas," tutupnya.

Komentar

Embed Widget
x