Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 06:44 WIB

Menang Straight Set, Minions Melaju ke Semifinal

Oleh : Arif Budiwinarto | Jumat, 19 Juli 2019 | 19:24 WIB
Menang Straight Set, Minions Melaju ke Semifinal
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, memastikan satu tempat di semifinal Indonesia Open 2019 level 1000. Di semifinal, Minions akan kembali jumpa wakil China.

Di babak perempatfinal, Marcus/Kevin menghadapi ganda putra China, Zhang Nan/Xuan Yi ou, di Istora, Senayan, Jumat (19/7/2019) sore WIB. Ini merupakan debut pasangan Ou/Zhang di Indonesia Open. Tahun sebelumnya, Zhang Nan tampil bersama Liu Cheng.

Marcus/Kevin unggul cepat 7-4, Minions menjauhkan keunggulan 11-4 di interval. Ou/Zhang masih belum mampu meladeni permainan smash kencang serta drop shot Kevin/Marcus. Tanpa kesulitan berarti, Marcus/Kevin menutup gim pertama dengan keunggulan 21-12.

Di gim kedua, Ou/Zhang mampu memberikan perlawanan berarti setelah mereka tertinggal 11-8 di interval. Pasangan China sempat menyamakan skor 15-15, tetapi laju Minions tetap tak terbendung dan menyudahi laga dengan keunggulan 21-16.

"Hari ini kami bermain cukup baik dan bisa mengontrol. Tapi sebenarnya lawan juga bermain sangat baik. Mereka punya kecepatan dan serangan-serangan yang bagus. Tap2i kami lebih siap," kata Kevin dalam jumpa pers.

"Menurut saya karena ini partner baru, dan tadi partner-nya lebih banyak mati. Baru laga awal juga, tadi masih terlihat banyak nervous-nya," tambah Marcus.

Di babak semifinal, Marcus/Kevin kembali jumpa ganda putra China, Li Jun Hui/Liu Yu chen. Menilik rekor pertemuan kedua pasangan, Minions punya rekor kemenangan 8-2 dari unggulan ketiga itu.

Namun demikian, Marcus/Kevin tak mau jemawa, pasalnya catatan tersebut tak bisa menjadi tolok ukur hasil akhir pertandingan besok. Kevin memastikan ia dan Marcus sudah tahu apa kekuatan dan kelemahan ganda putra unggulan ketiga itu.

"Ya head-to-head ga pengaruh. Kalo udah di lapangan mulai 0-0 lagi, kecuali misalnya pas mulai pertandingan kami sudah 8-0. Kalo ini kita udah sama-sama tahu kelemahan dan kelebihan. Walaupun menang head-to-head, mereka ga pernah mudah dikalahkan."

"Pasti mereka serangannya kencang, tenaganya kuat. Mereka tinggi-tinggi juga, jadi bola atasnya lebih susah (diantisipasi)," pungkas Kevin.

Komentar

Embed Widget
x