Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 06:17 WIB

Penonton Keluhkan Tiket dan Venue Indonesia Open

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 17 Juli 2019 | 12:10 WIB
Penonton Keluhkan Tiket dan Venue Indonesia Open
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Turnamen bulutangkis Indonesia Open 2019 level 1000 tengah berlangsung. Masalah ticketing serta kapasitas venue dikeluhkan para penonton.

Indonesia Open 2019 dimulai sejak Selasa (16/7/2019) sampai Minggu (21/7/2019) mendatang di Istora, Senayan, Jakarta. Sebagai salah satu turnamen level 1000 setelah All England dan China Open, Indonesia Open tahun ini jadi ajang para pebulutangkis dunia mengumpulkan poin untuk berebut tempat di Olimpiade 2020 di Tokyo.

Hal inilah yang menarik para pecinta olahraga tepok bulu Indonesia berbondong-bondong memadati area Gelora Bung Karno sejak awal pekan ini. Mereka datang dari berbagai daerah serta latar belakang pekerjaan.

Sayangnya, usaha mereka untuk menyaksikan dan memberikan dukungan langsung pada pebulutangkis idola tak selalu berbuah manis. Alokasi tiket yang dianggap kurang sesuai sampai metode penjualan yang dinilai kurang bersahabat jadi kritikan bagi penyelenggara.

Ainun Fadillah beserta dua kawannya jauh-jauh datang dari Bandung harus kecewa setelah tahu tiket yang dijual on the spot sudah habis. Panitia hanya melepas 500 tiket on the spot setiap harinya.

Mereka juga mengeluhkan banyaknya calo tiket yang bertebaran di area sekitar Istora. Para calo menjual harga tiket dengan harga terlampau tinggi.

"Lebih dibagusin lagi penjualan tiket, kalau bisa satu akun satu tiket (online) biar tidak ada calo, terus diperbanyak juga tiketnya yang dijual OTS (On The Spot)," ungkap Ainun, kepada INILAHCOM saat ditemui di Istora Senayan, Rabu (17/7/2019).

Dari pengamatan INILAHCOM di lapangan, beberapa pria sempat berulang kali menawarkan tiket pertandingan mulai dari ketegori merah, hijau dan hitam. Fakta lainnya, mereka berani menawarkan tiket secara terang-terangan tepat di depan pintu masuk Istora.

Sementara itu, Ririn menaruh harapan pada pemerintah dan pihak penyelenggara untuk menambah atau membangun venue bulutangkis yang bisa menampung penonton dalam jumlah yang lebih besar lagi.

Bila dibandingkan dengan dua venue turnamen level 1000, All England di Birmingham Arena bisa menampung 15.800 penonton serta Cina Terbuka di Changzou Olympic Stadium yang berkapasitas 38.500 penonton, Istora Senayan terbilang kecil karena cuma berkapasitas 5000 tempat duduk.

"Sama bikin stadion baru sih, apalagi kapasitas di sini kan kurang, minat badminton di sini kan (Indonesia) tinggi banget. Paling tinggi gitu euforia penontonnya di dunia," kata Ririn.[rza]

Komentar

Embed Widget
x