Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:56 WIB

PBSI Sulit Temukan Tunggal Putri Petarung

Oleh : Arif Budiwinarto | Senin, 24 Juni 2019 | 18:40 WIB
PBSI Sulit Temukan Tunggal Putri Petarung
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI, Susy Susanti - (Foto: PBSI)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Performa tunggal putri jadi perhatian utama PB PBSI. Ada sejumlah aspek yang menyebabkan PBSI kesulitan mencari tunggal putri petarung.

Sektor tunggal putri Indonesia yang diisi Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Ruselli Hartawan, Aurum Oktavia, Choirunnisa, dan Bening Sri Rahayu sejatinya masih belum menunjukan progres besar.

Mereka, khususnya tiga nama pertama, masih gagal mencapai prestasi mentereng di beberapa turnamen terakhir seperti All England, Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

PBSI tidak menutup mata dengan situasi tersebut, salah langkah yang diambil adalah dengan mendatangkan Rionny Mainaky yang pernah menangani tunggal putri timnas Jepang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI, Susy Susanti, sudah mengindentifikasi aspek yang menjadi titik lemah tunggal putri. Selain faktor kebugaran, mentalitas juga memegang peran signifikan pada penampilan pemain di lapangan.

"Di lapangan itu harus kejar bola ke manapun, mungkin ini sepertinya sepele, tapi kan kebiasaan. Mungkin sudah terbiasa 'ya sudah lah". Nggak bisa kayak gitu kan, makanya mindset-nya harus diubah, sikapnya diubah," ungkap Susy dalam rilis yang diterima INILAHCOM, Senin (24/6/2019).

Perbaikan di tunggal putri, dituturkan Susy masih akan memakan waktu yang tak sebentar. Dari target seratus persen, kini progress tunggal putri masih ada di tingkat 20-30 persen.

"Ya, masih 20-30 persen, bahkan belum setengahnya. Salah satunya memang kurangnya materi pemain putri, kan bisa dilihat sendiri. Tunggal putri sekarang kalau lagi bagus, lalu sakit, bagus lagi, sakit lagi."

"Sambil kita cari, kalau yang atas nggak bisa, ya cari di yang bawahnya. Tapi kan nggak bisa instan, butuh proses. Kami berusaha kerja keras, sampai berpikir terus, bagaimana caranya. Cari pemain yang petarung, bukan yang 'ya sudah lah'. Menang kalah nggak ada urusan, itu belakangan. Bagaimana dia berani dulu, ngelawan," ia memungkasi.

Komentar

Embed Widget
x