Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 21:20 WIB

Indonesia Open 2019

Tiga Sektor Andalan Ini Diharapkan Bisa Juara

Oleh : Arif Budiwinarto | Senin, 17 Juni 2019 | 14:20 WIB
Tiga Sektor Andalan Ini Diharapkan Bisa Juara
(Foto: badmintonindonesia)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia ingin mengulang prestasi di gelaran Indonesia Open. Tiga sektor menjadi andalan Indonesia untuk meraih gelar juara di gelaran tahun ini, siapa saja?

Indonesia Open 2019 akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juli mendatang. Tahun lalu, Indonesia mampu meraih dua gelar juara dari sektor ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, serta ganda campuran, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad.

Untuk tahun ini, Kevin/Marcus diharapkan mampu mempertahankan gelar juara. Demikian juga dengan ganda campuran, sejak Liliyana Natsir memutuskan pensiun, pasangan Praveem Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja merupakan kekuatan di sektor binaan pelatih kepala Richard Mainaky.

Praveen/Melati merupakan runner up India Open 2019, New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019. Sedangkan Hafiz/Gloria meraih gelar juara di Thailand Open 2018 dan runner up di German Open 2019.

Selain dua sektor tersebut, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) juga menaruh ekspektasi pada sektor tunggal putra. Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menunjukkan grafik penampilan yang meningkat. Jonatan mendapat gelar juara di turnamen New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019. Sedangkan Anthony menjadi runner up di Singapore Open 2019 dan Australia Open 2019.

"Kalau bicara target, peluangnya memang di ganda putra. Tapi kalau bicara progres, tunggal putra sudah mulai ada, walau di beberapa pertandingan masih belum konsisten, tapi saya rasa tunggal putra bisa diandalkan," kata Kepala Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Susy Susanti, yang dijumpai di Pelatnas Cipayung.

"Kans-nya ada, ganda campuran tetap ada kans kok. Walau Praveen/Melati masih belum nembus gelar juara, mudah-mudahan dengan jadi tuan rumah, mereka jadi lebih pede, lebih semangat, lebih mau membuktikan."

"Praveen/Melati, kalau lawan Zheng (Siwei)/Huang (Yaqiong) juga ditakuti. Lawan Yuta (Watanabe)/Arisa (Higashino) nggak pernah kalah. Praveen/Melati ini punya kelebihan, nah kelebihannya ini yang harus digunakan, jangan cuma fokus ke kelemahan yang membuat jadi nggak yakin, ragu-ragu."

"Semoga semua wakil ganda campuran bisa termotivasi, sebetulnya mereka bisa. Untuk Hafiz/Gloria, power-nya harus ditambah lagi," Susy menambahkan.

Namun demikian, Susy juga tak mau mengesampingkan sektor ganda putri dan tunggal putri. Dia masih memiliki keyakinan kalau kedua sektor ini berpotensi untuk membuat kejutan dengan mengalahkan lawan yang lebih diunggulkan.

"Di Australia Open lalu Greysia (Polii)/Apriyani (Rahayu) bisa balas kekalahan dari Mayu (Matsumoto)/Wakana (Nagahara), kekalahan di Piala Sudirman lalu dibalas tuntas. Memang kekuatan dan ketahanan mereka harus ditambah lagi."

"Untuk tunggal putri, memang sektor yang paling ketinggalan, kami akui itu. Namun kami terus mengupayakan berbagai cara untuk bisa mendongkrak prestasi tunggal putri," ia memungkasi.

Komentar

Embed Widget
x