Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 11:37 WIB

Susy Harap Jonatan dan Anthony Makin Konsisten

Oleh : Reza Adi Surya | Rabu, 12 Juni 2019 | 12:28 WIB
Susy Harap Jonatan dan Anthony Makin Konsisten
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Jakarta - Tungal putra Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting mampu menciptakan All-Indonesian Final di Australia Terbuka 2019 level super 300. Susy Susanti berharap, keduanya tampil makin konsisten.

Jonatan meraih gelar juara di Australia Terbuka 2019 usai mengalahkan Anthony melalui pertarungan tiga gim, 21-17, 13-21, dan 21-14. Menurut Susy, hasil ini menjadi sinyal positif dalam grafik penampilan keduanya.

Hanya saja, Susy berharap Jonatan dan Anthony tetap tampil konsisten, terutama di level yang lebih tinggi, 500, 750, dan 1000.

"Dengan segala kritik yang ada, Jonatan dan Anthony bisa menjawab kritik dengan kerja keras dan pembuktian. Ini bisa jadi titik balik buat mereka, mereka sebenarnya mampu, tinggal keyakinan dan keberanian, strategi, itu yang lebih dimatengin lagi, sehingga prestasinya bisa lebih konsisten," ujar Susy, yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, dalam rilis yang diterima INILAHCOM, Rabu (12/6/2019).

"Kami menganggap ini bukan sesuatu yang wah banget kok, kami berharap mereka bisa lebih stabil di tingkat yang lebih tinggi. Kami berharap peak-nya mereka di Olimpiade. Proses kan akan berjalan, jam terbang, kematangan, keyakinan, memang ini yang harus dipoles terus, bagaimana mereka terus konsisten," tambah Susy.

Dalam beberapa turnamen terakhir, penampilan Jonatan lebih baik dari tahun lalu. Usai meraih medali emas di Asian Games 2018, penampilan Jonatan sempat menurun. Sebelum menjuarai Australia Terbuka 2019, Jonatan juga naik podium juara di Selandia Baru Terbuka 2019. Pada kejuaraan Badminton Asia Championships 2019, Jonatan tersingkir di babak pertama.

Sebelumnya di turnamen Malaysia Open 2019, Jonatan terhenti di semifinal dari peraih emas olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chen Long, dengan skor 21-12, 10-21, 15-21. Sepekan setelahnya di perempat final Singapura Terbuka 2019, Jonatan dihentikan Juara Dunia 2017 asal Denmark, Viktor Axelsen, dengan skor tipis, 24-22, 18-21, 22-24.

Sedangkan Anthony menjadi finalis di Singapura Terbuka 2019 setelah dikalahkan pemain rangking satu dunia, Kento Momota (Jepang), dengan skor 21-10, 19-21, 13-21.

"Jonatan dan Anthony sudah pernah juara di level atas tapi masih belum konsisten. Menurut saya, sekarang pemain yang paling stabil dapat gelar ya Momota, dari berapa pemain yang benar-benar bisa konsisten ya dia. Kalau maunya menang-menang terus, mungkin seperti Lin Dan dan Lee Chong Wei, seperti itulah juara sejati, bagaimana bisa konsisten mempertahankan posisi di puncak," ungkap Susy.

"Kevin (Sanjaya Sukamuljo)/Marcus (Fernaldi Gideon) juga bisa konsisten, dan sekarang saat persaingan semakin ketat begini, bisa saja kalah dan menurun. Itulah, untuk bisa ada di atas terus itu tidak gampang," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x