Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 21:29 WIB

Respon CLS Knights Pemberitaan Miring Strait Times

Oleh : Reza Adi Surya | Sabtu, 11 Mei 2019 | 16:43 WIB
Respon CLS Knights Pemberitaan Miring Strait Times
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - CLS Knights mengklarifikasi terkait pemberitaan miring salah satu media Singapura, Strait Times, yang menyebut bus tim Singapore Slingers diserang fans CLS jelang gim ketiga final ABL.

Klarifikasi dilakukan langsung Managing partner CLS Knights Indonesia, Christopher Tanuwidjaja dan didampingi kuasa hukumnya, Tonic Tangkau. Strait Times menurunkan artikel berjudul 'Singapore Slingers team bus harrased ahead of ABL Final GAME 3 againts CLS Knights Indonesia' pada 8 Mei.

Dalam kesempatan kali ini, Christopher, atau biasa disapa Itop, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

"Pada tanggal 8 Mei kemarin saya mendapat informasi pemberitaan yang mencemarkan nama baik BTN CLS Knights Indonesia, terkait penyerangan fans CLS terhadap Slingers di daerah Kertajaya (pada pukul 12.30 siang) dan mendapatkan teror selama perjalanan bus Slingers menuju GOR KERTAJAYA, seperti yang di kemukakan Michael Johnson GM Singapore Slingers kepada David reporter Strait Times," ujar Itop, Sabtu (11/5/2019) di GOR Kertajaya.

"Michael pun melapor kejadian kepada liga ABL (Jericho). Hal itu tidak benar, kejadian persisnya adalah bus yang di tumpangi Slingers hampir menyerempet seseorang di jalan Kertajaya dan orang itu bertikai dengan sopir bukan dengan pemain. Kami sudah menyampaikan kronologis ke Jericho dan kami juga ada bukti yakni petugas LO yang menyertai tim Slingers selama di bus," tambahnya.

"Sungguh sangat di sayangkan bahwa Michael Johnson dan Strait Times secara sepihak membuat pernyataan dan pemberitaan yang sepihak. Mengapa saya baru menggelar press conference sekarang, karena saya ingin menelusuri kejadiaan yang sebenarnya dan berkonsultasi dulu kepada Yayasan CLS dan kuasa hukum kami, karena ini menyangkut nama baik sponsor, tim, fans dan warga Surabaya yang seolah-olah karakternya anarkis."

"Justru kami ingin melindungi Slingers supaya selama di kota Surabaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, itulah sebabnya saya masih menahan diri untuk tidak terburu-buru mengangkat kejadian ini ke media," ungkapnya.

Kuasa hukum CLS Knights Indonesia, Tonic Tangkau menambahkan, kejadian yang terjadi murni insiden lalu lintas, bukan penyerangan yang dilakukan sengaja oleh fans CLS Knights.

"Pertama kami menyesalkan adanya laporan yang dimuat oleh Street Times yang berkaca dari penyataan GM Slingers tersebut seolah-olah mereka diintimidasi dan diteror selama di Surabaya. Setelah di telusuri dan kami bertemu dengan reporter Strait Times, David, yang juga meliput game 3 kemarin, akhirnya ia mengakui bahwa kejadian tersebut tidak benar dan tidak ada bukti yang kuat karena kami ada bukti yakni LO yang mengawal tim lawan," ujar Tonic.

"Mereka sudah mengklarifikasi dengan pemberitaan yang baru dan mengganti tulisan bus Slingers diserang oleh fans CLS. Kami tidak hanya concern kepada tim sendiri, tapi keselamatan lawan harus kami jaga juga dan bentuk prefentif kami adalah menambah petugas keamanan. Kita juga sudah melapor kepada ABL (Jericho) supaya nama naik BTN CLS Knights Indonesia dan warga Surabaya baik di mata orang luar. Kami sangat menyayangkan GM Slingers yang beropini bahwa kita mengintimidasi lawan, sekali lagi itu pernyataan yang sangat naif dan berlebihan. Nyatanya sampai sekarang tim Slingers aman dan baik-baik saja," lanjut Tonic.

Sementara itu, Itop berharap kejadian ini tidak menyudutkan dan mencemarkan nama tim basket kebanggaan masyarakat Surabaya.

"Kami dan Strait Times sudah saling mengklarifikasi dan tidak perlu lagi diperlebar, toh mereka sudah paham duduk persoalannya dan mengklarifikasi pemberitaan miring kemarin. Hanya saja saya harap Michael Johnson lebih profesional menyikapi kejadian ini. Kami hanya ingin bermain, kalah menang itu biasa, tapi jangan memdramatisir kami akan melakukan segala cara untuk menang," kata Itop.

"Fans kami dan warga Surabaya tidak seperti itu. Dan saya happy juga kepada ABL yang sangat bijak dalam hal ini dan tidak menuduh kami melakukan penyerangan. Fans kami mungkin fanatik, apalagi kini dikenal dengan sebutan fans tutup panci, tapi mereka sangat santun dan fair bahkan saat menerima kekalahan," tutup Itop.

Gim keempat final ABL akan digelar di GOR Kertajaya, Sabtu (11/5/2019) malam WIB. Saat ini kedudukan 2-1 untuk keunggulan Slingers.

Komentar

Embed Widget
x