Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:51 WIB

Ada Gap Antara Ganda Putra Indonesia

Oleh : Andi Putra | Jumat, 19 April 2019 | 02:18 WIB
Ada Gap Antara Ganda Putra Indonesia
Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, mengakui bahwa ada gap antara Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, Fajar/Rian dengan Wahyu/Ade dan Berry/Hardi.

Seperti diketahui Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, Fajar/Rian merupakan andalan Indonesia di sektor ganda putra karena merupakan langganan penyumbang gelar juara, sedangkan Wahyu/Ade dan Berry/Hardi masih minim memberikan gelar juara.

"Kalau terlalu jomplang sekali sih enggak ya, tinggal sedikit lagi. Di Malaysia Terbuka 2019 (Wahyu/Ade) sudah mau menang, tapi kalah lagi. Tapi kekalahan mereka menurut saya masih bisa diterima, bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Herry IP.

Di Malaysia Terbuka Wahyu/Ade terhenti di babak kedua oleh wakil China, Liu Cheng/Zhang Nan, setelah dipaksa bermain rubber game, 17-21, 21-18, 23-25.

"Waktu melawan Zhang Nan/Liu Cheng, poinnya mepet, seharusnya bisa menang. Cuma karena kurang ketenangan, lawan cukup baik, pasangan juara dunia. Di saat setting, Wahyu/Ade kurang tenang, di game ketiga ini saya rasa ada unsur keberuntungan juga," lanjutnya.

"Berry/Hardi saya rasa harus diperbaiki fokusnya, banyak bola yang seharusnya tidak mati, malah error sendiri. Kalau bicara level dunia, top 10 atau top 5, matinya harus dibunuh lawan, nggak boleh error sendiri," tambahnya.

Meski demikian, kelima ganda putra itu gagal mempersembahkan satu gelar juara pun di dua turnamen, Malaysia Terbuka 2019 level super 750 dan Singapura Terbuka 2019 level super 500.

Hanya Ahsan/Hendra yang mampu melangkah lebih jauh di Singapura Terbuka 2019, di mana mereka menjadi finalis usai takluk dari wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, di partai puncak.

Komentar

Embed Widget
x