Find and Follow Us

Senin, 20 Mei 2019 | 11:53 WIB

Laporan INILAHCOM dari Birmingham

Hatrik Ganda Putra di All England

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 11 Maret 2019 | 02:10 WIB
Hatrik Ganda Putra di All England
Susy Susanti - (Foto: inilahcom/Reza Adi Surya)

INILAHCOM, Birmingham - Ganda putra mencatatkan prestasi cukup membanggakan dengan selalu meraih gelar All England sejak 2017. Pencapaian yang diapresiasi oleh Susy Susanti.

Ganda putra menyumbang gelar lagi untuk Indonesia di All England 2019 melalui Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 11-21, 21-14, dan 21-12 dalam waktu 48 menit.

Ahsan/Hendra mengulang pencapaian di 2014 dimana mereka mampu menjadi juara di All England. Sejak 2017, ganda putra tak pernah putus menyumbang gelar. Di 2017 dan 2018, gelar diraih Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Jika ditarik lebih jauh, Indonesia hanya gagal meraih gelar di All England 2015 sejak 2012. Mulai dari 2012-2014, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara beruntun. Kemudian, ganda campuran memberikan gelar lagi di 2016 melalui Praveen Jordan/Debby Susanto.

Mungkin tak ada yang menyangka Indonesia bisa meraih satu gelar setelah tersisihnya Marcus/Kevin di babak pertama. Tak bisa dipungkiri, Marcus/Kevin merupakan andalan Tim Merah Putih menyumbang gelar di setiap turnamen.

Tapi, Ahsan/Hendra memberikan bukti mampu meneruskan prestasi ganda putra di All England. Bahkan, Hendra bermain dalam kondisi cedera betis di final. Meski tak parah, tapi Hendra mengaku masih merasakan sedikit rasa sakit.

"Membanggakan, meskipun pasangan senior mereka tetap bisa menjadi juara. Kita senang ganda putra bisa mencatatkan hatrik di ganda putra. Saya harap bisa konsisten dan berprestasi terus terutama di turnamen bergengsi," ujar Susy, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, ditemui di mixed zone.

"Ahsan/Hendra merupakan role model untuk para pemain muda. Sikap mereka di dalam dan luar lapangan patut dicontoh," tambah Susy.

Nendia Primarasa - Tradisi Membahagiakan Supported By

Komentar

Nendia Primarasa - Tradisi Membahagiakan
Embed Widget
x