Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 06:40 WIB

Laporan INILAHCOM dari Birmingham

Air Mata Haru Susy Melihat Ahsan/Hendra Juara

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 11 Maret 2019 | 01:31 WIB

Berita Terkait

Air Mata Haru Susy Melihat Ahsan/Hendra Juara
(Foto: inilahcom/Reza Adi Surya)

INILAHCOM, Birmingham - Susy Susanti terharu melihat keberhasilan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan meraih gelar juara All England 2019. Pasalnya, kondisi Ahsan/Hendra sangat tidak menguntungkan.

Bermain di Arena Birmingham, Minggu (10/3/2019), Ahsan/Hendra menyudahi perlawanan pasangan asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 11-21, 21-14, dan 21-12 dalam waktu 48 menit.

Di laga ini, Hendra bermain dengan kondisi cedera betis kaki kanan. Cedera itu didapat saat bermain di semifinal melawan pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Di awal gim pertama, kelihatan Hendra masih meraba-raba kondisi kakinya dan tak memaksa melakukan smash. Memasuki gim kedua, Hendra mulai berani dan bergerak dengan leluasa meski diakuinya masih ada rasa sakit meski tak separah kemarin.

Perjuangan Ahsan/Hendra meraih gelar juara membuat Susy terharu. Bahkan, legenda bulutangkis yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI meneteskan air mata.

"Ahsan/Hendra luar biasa. Kita terharu dan saya juga menangis. Jujur, karena peluangnya kecil. Ini menjadi pantuan untuk adik-adiknya. Kesempatan sekecil apa pun tetap ada asal berusaha keras," ujar Susy, ditemui di mixed zone.

"Saya percaya Ahsan/Hendra berjuang bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk Indonesia. Itu yang bikin kita bangga. Ahsan/Hendra sempat tertekan di gim pertama, tapi di gim kedua mulai naik lagi. Mungkin pasangan Malaysia terlalu percaya diri. Ahsan/Hendra unggul dari pengalaman dan ketenangannya," tambah Susy.

Sebagai pasangan senior, Ahsan/Hendra mampu memberikan bukti usia bukan sebagai halangan meraih prestasi. Bagi Susy, Ahsan/Hendra pantas dijadikan panutan pemain-pemain muda.

"Mereka pantas menjadi panutan, mulai dari disiplinnya, attitude, sikap saat di lapangan dan latihan benar-benar mencerminkan seorang juara sejati. Meski mereka pemain profesional, tapi latihannya tetap di PBSI. Saya tetap anggap mereka sebagai anak kita," katanya.

"Saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada KBRI di Inggris yang setiap tahunnya selalu membantu kita mengerahkan suporter. Dukungan suporter terutama yang hadir langsung di sini sangat membantu. Dukungan mereka tentunya menjadi motivasi," ungkap Susy.

Nendia Primarasa - Tradisi Membahagiakan Supported By

Komentar

Nendia Primarasa - Tradisi Membahagiakan
Embed Widget
x