Find and Follow Us

Kamis, 23 Mei 2019 | 22:29 WIB

Laporan INILAHCOM dari Birmingham

Pelatih Kaget Ahsan/Hendra Bisa Juara

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 11 Maret 2019 | 00:04 WIB
Pelatih Kaget Ahsan/Hendra Bisa Juara
(Foto: inilahcom/Reza Adi Surya)

INILAHCOM, Birmingham - Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi mengaku kaget Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bisa menjuarai All England 2019. Pasalanya, Hendra bermain dengan kondisi cedera betis.

Berlaga di Arena Birmingham, Minggu (10/3/2018), Ahsan/Hendra mengalahkan pasangan asal Malaysia, Aaron Cia/Soh Wooi Yik, 11-21, 21-14, dan 21-12 dalam waktu 48 menit.

Hendra tak tampil 100 persen karena cedera betis. Cedera yang didapatnya saat berlaga di semifinal melawan pasangan asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

"Saya surprise, karena kondisi Hendra tak 100 persen. Memang lebih baik kondisinya dibandingkan kemarin, akan tetapi masa pemulihan cuma satu hari. Hendra bisa main lagi, pulih, dan tampil baik membuat saya surprise. Penampilan mereka luar biasa," ujar pelatih yang akrab disapa Herry IP.

"Kunci kemenangan mereka adalah main sabar. Kalau tadi tempo permainan terlalu cepat, selain kondisi Ahsan/Hendra tak memungkinkan, pemain Malaysia cocok main dengan tempo cepat. Tempo kita pelankan dan dimainkan. Penguasaan main di depan juga menjadi kunci. Hendra main di depannya bagus sekali. Dengan kondisi yang masih cedera, dia main berani dan net-netnya bagus," tambahnya.

Kalah cukup jauh di gim pertama, Ahsan/Hendra mampu bangkit di gim kedua. Kemudian, tampil mengontrol di gim ketiga dan menang relatif mudah 21-12.

"Jujur, saya memang berharap mereka amankan gim kedua. Terlalu jauh mengejar ketertinggalan di gim pertama, sulit membalikkan poin. Saya bilang kepada mereka, kita harus coba di gim kedua. Di pertengahan gim kedua, Malaysia sempat bangkit dan Ahsan/Hendra agak drop, tapi mental juara mereka masih ada sehingga bisa juara," katanya.

Herry IP menambahkan, Ahsan/Hendra merupakan role model untuk pemain-pemain muda, karena memiliki sifat yang patut ditiru.

"Sejak dulu, saya menjadikan Ahsan/Hendra untuk role model pemain-pemain muda. Meski sudah banyak gelar, mereka tetap humble, disiplin saat latihan dan tak mau kalah dengan yang muda. Pesan saya pemain-pemain muda harus mencontoh mereka," tandasnya.

Nendia Primarasa - Tradisi Membahagiakan Supported By

Komentar

Nendia Primarasa - Tradisi Membahagiakan
Embed Widget
x