Find and Follow Us

Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:49 WIB

Djarum Berikan Bonus bagi Pebulutangkis Muda U-19

Jumat, 15 Februari 2019 | 16:11 WIB
Djarum Berikan Bonus bagi Pebulutangkis Muda U-19
(Foto: Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Djarum Foundation terus melanjutkan tradisi pemberian bonus kepada atlet-atlet muda di bawah usia 19 tahun PB Djarum yang mampu menorehkan sejumlah prestasi cemerlang sepanjang tahun 2018.

Bonus diberikan dalam acara bertajuk "Penghargaan Atlet Muda Berprestasi PD Djarum 2018" di Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019) kemarin. Ada 50 atlet dari kelompok usia U-17 serta U-19 yang mendapatkan apresiasi dari Djarum Foundation dengan total bonus lebih dari Rp 145 juta.

Bonus yang diberikan Djarum Foundation tak lepas dari prestasi berkilau para atlet muda PB Djarum yang berhasil menjadi kampiun di kejuaraan nasional dan internasional sepanjang tahun 2018, seperti Djarum Sirnas Premier, Daihatsu Astec Open, Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix, Badminton Asia Junior Championships, Blibli.com Superliga Junior, International Series hingga World Junior Championships.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan pemberian bonus ini merupakan apresiasi atas kerja keras para atlet muda PB Djarum yang telah mendulang prestasi di level kejuaraan junior, baik di tingkat nasional maupun panggung
internasional.

"Melalui pemberian bonus ada dua hal yang ingin Djarum Foundation sampaikan kepada atletatlet muda yang sedang meretas karier. Pertama, bagi penerima bonus, apresiasi ini diharapkan bisa melecut semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi, terutama ketika sudah masuk ke level senior nanti. Lalu, yang kedua, bagi atlet yang belum menerima bonus, diharapkan bisa berlatih lebih keras lagi dan mampu menuai prestasi seperti rekanrekannya saat ini," kata Yoppy di sela-sela acara.

Yoppy berpesan para atlet muda jangan sampai terlena dengan bonus dan prestasi yang sudah diperoleh di tingkat junior. Pasalnya, perjalanan menuju level senior hingga menjadi juara dunia butuh kerja keras dan dedikasi yang tinggi.

Selain dengan menumbuhkan mentalitas, para atlet juga harus memupuk daya juang baik di dalam maupun di luar lapangan misalnya dengan cara berinisiatif menambah porsi latihan dan meningkatkan kedisiplinan.

"Yang perlu dipahami oleh atlet-atlet muda adalah jumlah pebulutangkis sangatlah banyak, tapi hanya beberapa orang yang berhasil menjadi juara dunia. Tentunya, sang juara adalah atlet terbaik yang sejak usia muda berlatih keras mengasah kemampuan sehingga bisa meraih prestasi yang maksimal di kancah dunia," ia menambahkan.

Beberapa atlet muda PB Djarum yang menyita perhatian ialah Aisyah Sativa Fatetani dan Aisha Galuh Maheswari dari kelompok U-17 yang sama-sama tiga kali meraih gelar juara dalam turnamen sepanjang tahun 2018. Selain itu, ada pula nama Alifia Intan Nurokhim yang baru saja menyabet gelar Juara Tunggal Putri di Kejurnas 2018.

Sementara itu, di sektor ganda campuran, PB Djarum memiliki dua pasang pemain yang sangat bertalenta yakni, Leo Rollycarnadio/Indah Cahya Sari Jamil serta Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Tahun 2018 lalu, mereka berhasil menembus partai final World Junior Championships di mana Leo/Indah berhasil mengalahkan Rehan/Siti
Fadia dan keluar sebagai juara.

"Rasanya senang sekali bisa mendapatkan bonus yang merupakan apresiasi atas apa yang telah dilakukan selama ini. Sebagai atlet, saya tidak boleh berpuas diri karena saya masih punya target-target yang ingin diraih, terutama di level senior nanti," ungkap Leo Rollycarnando.

"Bonus ini membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi pebulutangkis yang lebih baik lagi, baik dari sisi teknik, mental dan juga prestasi," tutur Indah yang diamini oleh Alifia Intan Nurokhim.

Komentar

Embed Widget
x