Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 17 Februari 2019 | 00:08 WIB

Atlet Denmark Tanpa Fisio, Pelatih, & Dana Sendiri

Oleh : Reza Adi Surya | Selasa, 22 Januari 2019 | 12:30 WIB

Berita Terkait

Atlet Denmark Tanpa Fisio, Pelatih, & Dana Sendiri
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Beberapa pebulutangkis top Denmark harus rela berangkat ke turnamen dengan biaya sendiri. Selain itu, mereka tak didampingi pelatih dan fisioterapis di setiap turnamen.

Saati ini sedang terjadi proses negosiasi antara pebulutangkis top Denmark dengan Federasi Bulutangkis Denmark terkait sponsor dan subsidi untuk para pemain per musim.

Kontrak pemain-pemain top Denmark dengan federasi sudah berakhir per 30 November. Hingga kini, proses negosiasi menemui jalan buntu. Alhasil, pemain-pemain seperti Viktor Axelsen, Hans Kristian Vittinghus, Mathias Boe/Carsten Mogensen, Kim Astrup/Ander Skaarup Rasmussen, hingga Anders Antonsen tak diperbolehkan berlatih di pelatnas.

Selain itu, mereka tak dibiayai untuk mengikuti turnamen-turnamen internasional, tak didampingi tim pelatih, dan juga fisioterapis pelatnas.

Negosiasi tak berjalan lancar karena para pemain meras kontrak yang ditawarkan tak adil dan subsidi yang diberikan untuk mengikuti turnamen tak cukup. Merujuk peraturan BWF, para pemain tak boleh mengikuti turnamen tanpa adanya bantuan dari federasi.

"Memang benar, beberapa pemain top Denmark saat ini tak lagi berada di pelatnas karena sedang proses negosiasi terkait sponsor dan subsidi. Dari sekian pemain, hanya Mia Blichfeldt yang setuju teken kontrak," ujar Anders Antonsen, kepada INILAHCOM.

"Negosiasi masih menemui jalan buntu. Apa yang ditawarkan federasi sangat tak adil dan tak memuaskan. Kami inginnya kontrak yang ditawarkan adil. Alhasil, saat ini kami berlatih sendiri tanpa pelatih dan fisioterapis. Berangkat ke turnamen juga dengan biaya sendiri," tambahnya.

Menurut Antonsen, federasi tak memberikan tenggat waktu sampai kapan pemain harus mengambil keputusan terkait penandatanganan kontrak. Tapi, konsekuensinya adalah, semakin lama tertunda, maka semakin menderita para pemain.

"Tidak ada tenggat waktu. Kontrak memang sudah habis per akhir November. Memang ini situasinya yang sulit, tapi kita harus menerimanya. Sebagai pemain, sulit untuk membiayai sendiri pergi ke turmanen, apalagi ke Asia yang membutuhkan dana tidak sedikit," katanya.

"Saat ini pemain-pemain senior membantu pemain-pemain muda termasuk saya merangkap sebagai pelatih, seperti Vittinghus dan Jan O Jorgensen. Kami berharap segera ada titik temu dan bisa fokus main bulutangkis," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x