Find and Follow Us

Sabtu, 20 April 2019 | 01:29 WIB

Asian Continental Chess Championship 2018

FM Mohamad Ervan Pecundangi GM Super dari Tiongkok

Oleh : Arif Budiwinarto | Sabtu, 15 Desember 2018 | 06:22 WIB
FM Mohamad Ervan Pecundangi GM Super dari Tiongkok
FM Mohamad Ervan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tim Indonesia membuat hasil mengejutkan di babak kedua Asian Continental Chess Championship. FM Mohamad Ervan berhasil taklukkan GM Super dari Tiongkok, GM Wang Hao (2730). Kemenangan tersebut diraih melalui adu taktik yang luar biasa diantara keduanya.

Kapten Tim Catur Indonesia, Krisitianus Liem, mengatakan kunci kemenangan Mohamad Ervan adalah taktik jitu yang dipakainya. Pada langkah ke-32 saat bidak menteri Ervan masuk ke petak E6 menyerang Benteng Hitam di D7, seharusnya Wang memaksa pertukaran bidak menteri dengan skak di petak G6 dimana permainan akan berjalan imbang lagi.

Tetapi Wang malahan memilih menumpuk benteng LD lajur-D menyerang bidak D2. Pada saat itulah Ervan mengorbankan bidak gajah di petak G7. Langkah kejutan ini yang membuat Wang terkejut dan membuatnya tidak ada pilihan selain harus memakan gajah.

"Kemenangan Ervan atas Wang Hao bukanlah kemenangan kebetulan, karena pertarungannya berjalan ketat, penuh adu strategi, penuh taktik, bahkan pada langkah ke-16 Ervan harus menyerah kan kualitas bentengnya ditukar gajah lawan. Tapi Ervan mendapat kompensasi penguasaan diagonal panjang B1-H7 dengan menteri dan gajahnya. Wang Hao yang tipe penyerang dan suka bangunan liar tidak mau bermain pasif dan bertahan. Kondisi ini menguntungkan Ervan karena terjadi perang terbuka, adu taktik," ujar Krisitianus Liem.

"Wang baru saja menjalankan 32. Bfd8. Dalam waktu pikir yang tinggal satu menit, Wang tidak menyangka bakal ada korban Gajah: 33.Gxg7 Rxg7 34.Bg2+ dan terpaksa Wang menutup skak dengan menterinya. Sebab jika raja mundur ke petak F8 datang mat dalam satu langkah, jika mundur ke H8 datang mat dalam tiga langkah. Setelah 34. MG6 35.Kd4 Gc5 36.Bxg6 hxg6 37.Me5+," papar Kris.

"Wang menyerah disini karena Gajahnya di petak c5 bakal lenyap dengan posisi tanpa harapan sama sekali. Sungguh penyelesaian yang indah. Ini sungguh layak disebut masterpiece!," imbuhnya.

FM Mohamad Ervan yang dua babak awal main cemerlang dengan menahan remis GM M. Amin Tabatabaei (2587) dan menundukkan unggulan pertama GM Wang Hao (2730) harus takluk dari unggulan ketiga GM Le Quang Liem (2714) dari Vietnam.

"Liem yg kelelahan ketika tiba di Filipina sehabis mengikuti "PON"nya Vietnam tampak sudah pulih. Ia mengalahkan Ervan lewat langkah strategis yang halus sepanjang 45 langkah," ujar Kris.

"FM Ervan "beruntung" bertemu empat grand master pada empat babak pertamanya. Babak keempat Ervan jumpa grand master Rustam Khusnutdinov (2470) dari Kazakhstan," Kris menambahkan.

Babak 3 dan Babak 4 yang penuh tantangan

Pada babak ketiga, Rabu (12/12/2018), Tim Indonesia berhadapan dengan rekan senegaranya. Megaranto mengalahkan Sean, sedangkan Citra mengalahkan Aay. Sayangnya pecatur Indonesia yang jumpa pecatur negara lain tidak ada yang mampu menang. IM Yoseph Taher (2454) harus puas remis lawan pecatur tuan rumah non-gelar Michael Concio Jr. (1991) setelah bertarung 43 langkah.

"Yoseph yg pegang Hitam tidak mendptkan keunggulan di tahap pembukaan, bahkan cenderung jelek. Walau memiliki gelar, rating, dan pengalaman tanding lebih baik, upaya Yoseph mengolah permainan tengah dan permainan akhir hanya menghasilkan remis, yang lebih tragis apa yang dialami Novendra Priasmoro (2483), ditaklukkan pecatur senior Filipina IM Roderik Nava (2392). Kekalahan Novendra juga akibat pengetahuan opening yang rendah," imbuhnya.

Sedangkan hasil di babak keempat, Susanto mampu menahan remis unggulan keempat GM Super dari India, Santosh Gujrathi Vidith (2701). Yoseph Taher berhasil menang dari pecatur Tuan rumah.

"Kemenangan Yoseph Taher memang sebuah kewajaran karena memang memiliki rating lebih tinggi. Meskipun pada babak keempat hanya menghasilkan remis dari pertandingan WIM Citra dan WGM Medina. Pada babak keempat, Tim Indonesia hanya menorehkan satu kemenangan, dan dua remis sisanya terpaksa dipukul mundur oleh pemain lawan. Kita tetap optimis. Masih ada lima babak pertarungan di depan," ia menutup.

Komentar

Embed Widget
x