Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 05:32 WIB

Srikandi Cup 2018-19 Diikuti 7 Tim

Oleh : Andi Putra | Minggu, 11 November 2018 | 00:10 WIB

Berita Terkait

Srikandi Cup 2018-19 Diikuti 7 Tim
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - 7 Tim basket putri memastikan siap berlaga di ajang Srikandi Cup musim 2018-2019 yang akan resmi di gelar akhir bulan November 2018 ini.

Ketujuh tim tersebut adalah Tanago Jakarta, Scorpio Jakarta, GMC Cirebon, Sahabat Semarang, Merpati Bali, Flying Wheel Makassar, Tenaga Baru Pontianak. Sedangkan dua tim yang musim lalu ikut berpartsipasi yakni juara bertahan Surabaya Fever dan Merah Putih Samator Jakarta, memutuskan untuk absen di musim ini.

Seri pertama akan berlangsung di Bali, GOR Merpati, Denpasar, pada tanggal 26 November s/d Desember 2018, seri kedua Jakarta 11s/d16 Februari 2019 (GOR Cempaka Putih atau GOR Rawamangun), seri ketiga Semarang 1s/d 6 April 2019 di GOR Sahabat Semarang. Sedangkan babak Playoff dan Grand Final akan digelar di kota Pontianak pada akhir april 2019.

Pada Press Conference Kick Off Srikandi Cup di Pasar Festival, Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (10/11/2018), Deddy Setiawan selaku kordinator Srikandi Cup menjelaskan, musim ini Scorpio Jakarta menjadi tim teranyar di Srikandi Cup dan musim ini turnamen akan disiarkan secara live streaming.

"Musim ini juara bertahan Surabaya Fever dan Merah Putih Jakarta absen di Srikandi Cup. Kami berharap musim depan mereka dapat kembali bergabung untuk bersama-sama membangkitkan kompetisi basket putri Indonesia," ujar Deddy Setiawan dalam rilis yang diterima INILAHCOM.

"Dari segi persaingan sudah pasti persaingan ketujuh tim akan saling bersaing ketat dan terjadi perubahan komposisi pemain disetiap tim. Kami mencoba meningkatkan kualitas kompetisi dengan menyiapkan live streaming bekerjasama dengan LIGA, penyedia grafis live streaming dari Australia,"

"Kami berharap dengan adanya tayangan live streaming yang diperkuat dengan data grafis yang bagus, kedepannya Srikandi Cup akan dilirik oleh para sponsor, sebab kami menyadari industri olahraga di Indonesia belum sepenuhnya profesional, yang menyebabkan para sponsor juga masih kurang berminat untuk membiayai atau ikut terlibat didalamnya,"

Komentar

Embed Widget
x