Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 17:16 WIB

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior

Cara Tim Indonesia Atasi Jetlag dan Cuaca Dingin

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 5 November 2018 | 13:33 WIB

Berita Terkait

Cara Tim Indonesia Atasi Jetlag dan Cuaca Dingin
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Ontario - Tim bulutangkis Indonesia mendapatkan beberapa program khusus di sesi latihan untuk mengatasi jetlag dan cuaca dingin di Ontario, Kanada, jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2018.

Selain mewaspadai kekuatan lawan, tim Indonesia juga harus berhadapan dengan kendala non-tekni, seperti perbedaan waktu yang mencapai 12 jam serta suhu nol derajat Celcius.

"Kami memang berangkat lebih awal untuk mengantisipasi jetlag dan cuaca yang dingin. Karena setidaknya butuh satu sampai dua hari untuk menyesuaikan diri," ujar manajer tim, Susy Susanti, dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Di sini waktunya tidur kita kebangun, waktunya bangun kita mengantuk. Jadi kalau tidak cepat menyesuaikan diri pasti susah. Tapi di hari ketiga mereka sudah cukup menyesuaikan," katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, para atlet mendapatkan beberapa program khusus dari pelatih fisik. Beberapa aktivitas fisik pun telah disiapkan, di antaranya pemanasan bersama sebelum latihan.

"Perjalanannya cukup jauh kemarin. Jam 6 sore kami sampai Kanada, jadi besoknya anak-anak diperbanyak stretching dan jogging buat pengkondisian, karena kakinya pasti pegal habis terbang lama" kata pelatih fisik, Yansen Alpine.

"Semuanya dijaga supaya cepat pulihnya, jadi mereka bisa tidur nyenyak lagi di malam kedua. Dari fisik yang penting banyak gerak, apalagi di sini dingin. Makanya sebelum latihan mereka harus benar-benar panas. Dari hari pertama juga kami melakukan pemanasan bersama," ungkapnya.

Pertandingan beregu Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2018 akan berlangsung pada 5-10 November 2018 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada. Indonesia akan memulai laganya Senin (5/11), berhadapan dengan Austria dan Macau.

Komentar

Embed Widget
x