Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Maret 2019 | 14:37 WIB

Kevin/Marcus Gagal di Prancis, Ini Evaluasi PBSI

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 31 Oktober 2018 | 07:56 WIB

Berita Terkait

Kevin/Marcus Gagal di Prancis, Ini Evaluasi PBSI
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon - (Foto: GettyImages)

INILAHCOM, Jakarta - Performa ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, di Prancis Terbuka jadi sorotan tim pelatih. Kevin/Marcus diminta segera melakukan evaluasi dan memperbaiki kelemahan.

Kevin/Marcus harus puas menyandang status runner-up di turnamen Prancis Terbuka 2018 setelah di final mereka kalah tiga gim dari pasangan Cina, Han Chengkai/Zhou Haodong, dengan skor 21-23, 21-8 dan 17-21.

Dalam pertandingan tersebut, Kevin/Marcus sebenarnya punya peluang besar untuk memenangkan gim pertama saat unggul pada kedudukan game point 20-18. Namun, keduanya tak dapat memanfaatkan keunggulan dan tersusul oleh Han/Zhou.

"Pada game pertama, Kevin/Marcus bermain terlalu terburu buru, jadi mereka terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di poin-poin akhir, sedangkan lawan sangat baik dalam pengembalian bola-bola datar (drive). Memang poin ini sangat disayangkan karena tidak bisa memanfaatkan dua kali kesempatan game point, karena lebih baik di game pertama menang dulu," ujar pelatih ganda putra, Aryono Miranat, dalam rilis yang diterima INILAHCOM, Rabu (31/10/2018).

Aspek lainnya yang perlu jadi evaluasi pasangan Kevin/Marcus adalah defence saat menghadapi permainan cepat lawan.

"Kevin/Marcus bermain dengan tempo lebih lambat di game kedua dan mereka bisa kontrol setiap pukulan. Tetapi di game ketiga, lawan kembali memaksa bermain cepat dengan bola-bola datar yang baik dan memaksa Kevin/Marcus pun selalu dalam posisi bertahan," ia menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI, Susy Susanti, menilai capaian di Denmark dan Prancis Terbuka 2018 sudah cukup baik.

"Secara keseluruhan hasil di dua kejuaraan di Eropa cukup baik, untuk Kevin/Marcus di final (French Open 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi, terutama dalam menghadapi pasangan Tiongkok ini yang di tiap pertemuannya selalu ramai," ujar Susy.

Selain itu, Susy ingin sektor lain bisa menyamai prestasi ganda putra di turnamen terbuka.

"Tetap kami harapkan semua atlet bisa terus bekerja keras lagi untuk meningkatkan prestasi dan performa mereka. Khususnya bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi," tambahnya.

Para pebulutangkis utama hanya punya waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri jelang turnamen selanjutnya di Fuzhou Cina Terbuka 2018 dan Hong Kong Terbuka 2018.

Komentar

Embed Widget
x