Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 23:07 WIB

Lukis Wajah Gratis di Asian Para Games

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 10 Oktober 2018 | 16:51 WIB

Berita Terkait

Lukis Wajah Gratis di Asian Para Games
Lukis Wajah Gratis di Asian Para Games - (Foto: Inilahcom/Arif BW)

INILAHCOM, Jakarta - Banyak cara bisa dilakukan untuk berpartisipasi dalam Asian Para Games 2018. Salah satunya jasa lukis wajah gratis yang menargetkan 2.500 gambar wajah sampai penutupan nanti.

Ada pemandangan tak biasa di Main Press Center (MPC) Asian Para Games 2018 di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018) siang WIB, satu per satu jurnalis yang tengah bekerja maupun bersantai dilukis sketsa wajahnya oleh seorang pelukis muda yang punya nama unik Temanku Lima Benua, akrab disapa Benua.

Tak lebih dari dua menit, sketsa wajah yang digambar di sehelai kertas HVS rampung. Setelah dilukis Benua, mereka diminta untuk menunjukkan barisan angka-angka.

Dari penjelasan Fendi, rekan yang mendampingi Benua, diketahui angka-angka tersebut menunjukkan jumlah orang yang sudah dilukis dalam gelaran Asian Para Games 2018.

"Kami menargetkan bisa melukis 2.500 orang di Asian Para Games 2018, hari ini baru sampai 1.620 orang. Sisa tiga hari lagi, ya optimis bisa tercapai," kata Fendi kepada INILAHCOM, Rabu (10/10/2018) siang WIB.

Fendi mengatakan Benua merupakan siswi SMA di Klaten, Jawa Tengah. Ia dan berserta dua orang lainnya datang ke Jakarta karena diundang Kementerian Pendidikan.

Selama di Jakarta, mereka diberi rekomendasi tinggal di perkampungan atlet di Kemayoran. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk melukis wajah atlet dari berbagai negara sebagai kenang-kenangan. Terkadang, Benua juga diberi pernak-pernik dari atlet yang usai dilukis sebagai tanda terima kasih.

"Benua belajar lukis secara otodidak dan sering mengikuti pameran-pameran atau ajang seni. Nah, di Asian Para Games ini kami dapat undangan dari Kementerian Pendidikan untuk datang ke Jakarta dan nginep di Kampung Atlet," tandasnya.

"Kami lebih sering sih ngelukis di Kampung Atlet, biasanya malam hari pas atlet punya waktu senggang habis bertanding."

"Atlet-atlet disabilitas sangat antusias sekali pas mau dilukis, buat kenang-kenangan katanya dari Indonesia. Kadang ada yang bales ngasih pin atau magnet dari negara-negara mereka," ia memungkasi.

Komentar

Embed Widget
x