Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 22:18 WIB

Asian Para Games 2018

Usai Diskualifikasi Miftah Ingin Jadi Atlet Catur

Oleh : Arif Budiwinarto | Selasa, 9 Oktober 2018 | 15:03 WIB

Berita Terkait

Usai Diskualifikasi Miftah Ingin Jadi Atlet Catur
Miftahul Jannah - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Judoka Indonesia yang didiskualifikasi dari pertandingan Asian Para Games 2018, Miftahul Jannah, ingin berpindah cabang olahraga ke catur. Hal itu sudah ia sampaikan kepada Menpora.

Miftahul Jannah gagal bertanding di nomor 52 kg putri blind judo melawan judoka Mongolia, Ogyun Gatulga, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (8/10/2018) kemarin, karena bersikeras tidak mau melepas hijab.

Sedangkan dalam aturan International Judo Federation (JDF) tidak memperbolehkan ada penutup kepala yang berpotensi menimbulkan resiko keamanan si atlet.

Tak bisa membela Indonesia lewat cabor Blind Judo, Miftahul tak patah semangat. Ia tetap ingin mengharumkan nama bangsa lewat cabang olahraga blind chess.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan Miftahul sendiri yang menyampaikan keinginannya tersebut malam hari setelah insiden diskualifikasi terjadi.

"Semalem (Senin malam), saya ketemu Miftahul Jannah dari setengah sebelas sampai jam setengah satu. Kita bicara dari hati ke hati, mendengar apa yang Miftah katakan, saya mendengar dari NPC, Inapgoc, dari Deputi saya sendiri. Miftah mengatakan saya ingin tetap menjadi atlet, dan akan berusaha mewakili Indonesia tapi tidak lagi di judo, tapi jadi atlet blind chess," kata Menpora kepada wartawan di MPC, GBK Arena, Selasa (9/10/2018) siang WIB.

Miftahul yang hadir bersama Menpora menjelaskan dirinya memang sudah lama menekuni olahraga blind chess. Tetapi, di tempat kuliahnya di Bandung tidak tersedia fasilitas olahraga catur disabilitas yang menyebabkan dia beralih ke olahraga judo.

Setelah kejadian diskualifikasi kemarin, Miftah ingin lebih mendalami dan mengasah kemampuan bermain catur yang tentunya tak ada aturan harus melepas hijab.

"Miftah kenal catur sejak umur empat tahun, dikenalkan catur oleh orang tua, mulai mengikuti turnamen-turnamen catur di umur enam tahun dan Alhamdullillah hasilnya sangat memuaskan, hobi yang sangat Miftah cintai ya catur itu. Miftah gak bisa lepas dari catur, makanya Miftah ingin mengabdi lagi ke catur," kata Miftah.

"Enggak (gak mau ke judo), Miftah akan berkomitmen untuk menjadi atlet catur meskipun banyak rintangannya yang harus lewati," ia memungkasi.

Komentar

Embed Widget
x