Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 22:46 WIB

Jepang Terbuka

Kalah, Praveen/Melati Salahkan Hakim Servis

Oleh : Reza Adi Surya | Jumat, 14 September 2018 | 11:22 WIB

Berita Terkait

Kalah, Praveen/Melati Salahkan Hakim Servis
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Tokyo - Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terhenti di perempatfinal Jepang Terbuka 2018. Praveen/Melati menyalahkan hakim servis yang kerap merugikan mereka.

Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Jumat (14/9/2018) pagi WIB, Praveen/Melati dikalahkan peraih medali perak Olimpiade 2016 asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 19-21, 22-20, dan 17-21.

Praveen/Melati mengatakan, mereka tak dapat bermain di level maksimal, mereka merasa terganggu dengan keputusan hakim servis yang seringkali menyalahkan servis Melati. Pada kedudukan genting 19-20, servis Melati kembali dinyatakan fault, sehingga Praveen/Melati terpaksa kehilangan game pertama.

"Ya mau main bagaimana kalau pasangan ganda yang servis cuma satu? Kalau giliran Mely (Melati) servis, selalu dinyatakan fault. Tidak ada penjelasan, dibilangnya 'too high' terus. Jadi pincang sebelah. Kalau dilihat video pertandingan, hampir 80 persen di-fault. Padahal Mely sudah servis sampai hampir jongkok," ujar Praveen, dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Kami bukannya mau cari alasan karena kalah, tetapi kenyataannya memang ini sangat mempengaruhi permainan kami tadi," lanjut Praveen.

Senada dengan Praveen, Melati menyebut keputusan hakim servis memengaruhi ke permainannya di lapangan.

"Iya bisa dibilang ini berpengaruh ke kami, karena kami cari poin dari servis. Pukulan lanjutannya juga ditentukan dari servis. Kalau mulai saja sudah di-fault, mau bagaimana lagi? Saya jadi ragu dan bingung. Sebelum-sebelumnya juga pernah di-fault, tetapi tidak pernah sampai seperti ini," ungkap Melati.

"Tidak puas, mainnya kurang keluar. Harus banyak latihan dan perbaiki lagi," tambah Melati.

Praveen/Melati berharap di tahun ini mereka bisa menembus jajaran Top 10 dunia. Sejak berpasangan di awal tahun 2018, saat ini mereka sudah ada di peringkat 23 dunia.

"Kami maunya masuk jajaran 10 besar untuk tahun ini, dan juara turnamen paling tidak di level BWF Tour 500 dulu. Dapat gelar dulu untuk meningkatkan rasa percaya diri kami," tandas Praveen.

Komentar

x