Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 20:01 WIB

Haornas 2018, Momentum Menuju Olimpiade 2032

Oleh : Andi Putra | Minggu, 9 September 2018 | 22:12 WIB

Berita Terkait

Haornas 2018, Momentum Menuju Olimpiade 2032
(Foto: bagus/kemenpora)

INILAHCOM, Ternate - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berharap momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) dapat mendorong masyarakat Indonesia untuk berolahraga.

Kesadaran masyarakat untuk berolahraga menjadi penting, ditambah dengan adanya bonus demografi 2030 dan harapan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Puncak acara Haornas 2018 berlangsung di Stadion Kei Raha, Ternate, 9 September 2018. Ini adalah pertama kalinya puncak acara Haornas digelar di luar pulau Jawa sepanjang sejarah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat berolahraga di wilayah timur Indonesia, yang kemudian menular ke wilayah-wilayah lain.

"Kita telah mencapai sukses prestasi pada Asian Games 2018. Kita jauh melampaui target, mendapatkan 31 emas dan menempati peringkat keempat. Target selanjutnya tentu menjaga dan bahkan meningkatkan hasil positif tersebut di ajang-ajang multi-event selanjutnya, terutama Olimpiade," ucap Menpora Imam Nahrawi.

Menteri asal Bangkalan tersebut mengingatkan dua warisan dari Asian Games, yakni masyarakat yang berolahraga dan infrastruktur kelas dunia. Haornas diharapkan mampu merawat dan bahkan mendorong percepatan kebangkitan olahraga nasional secara merata.

"Tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Haornas bukan hanya soal menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga yang berujung dengan lahirnya atlet-atlet elit. Melainkan juga partisipasi aktif semua pihak, termasuk swasta, untuk misalnya menjadi Bapak Angkat cabang olahraga atau membangun sarana-sarana olahraga di seluruh penjuru negeri," tutur dirinya.

Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2030, Di mana saat itu, jumlah kelompok usia produktif (umur 15-64 tahun) jauh melebihi kelompok usia tidak produktif (anak-anak usia 14 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 ke atas). Jadi, kelompok usia muda kian sedikit, begitu pula dengan kelompok usia tua. Menpora menilai situasi ini perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui olahraga.

Menpora mengatakan bahwa budaya masyarakat yang berolahraga memiliki efek berganda (multiplier effect). Sumber daya manusia yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif di pelbagai sektor.

Ini semua sesuai dengan bulir Nawacita ke-9 yang berbunyi: "Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial melalui penguatan pendidikan kebhinekaan dan ruang-ruang dialog antarwarga melalui aktivitas olahraga".

Komentar

Embed Widget
x