Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 02:13 WIB

Kejuaraan Dunia

Kemenangan Greysia/Apriyani Putus Dominasi China

Oleh : Reza Adi Surya | Jumat, 3 Agustus 2018 | 14:57 WIB

Berita Terkait

Kemenangan Greysia/Apriyani Putus Dominasi China
(Foto: PBSI)

INILAHCOM, Nanjing - Kemenangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu atas unggulan satu, Chen Qingchen/Jia Yifan, tak hanya berbuah tiket semifinal Kejuaraan Dunia 2018. Tapi, kemenangan itu sekaligus memutus dominasi ganda putri China di Kejuaraan Dunia.

Greysia/Apriyani menaklukkan Chen/Jia, yang merupakan juara bertahan, dua gim langsung, 23-21 dan 23-21, Jumat (3/8/2018) pagi di Nanjing Youth Olympic Stadium.

Untuk pertama kalinya sejak tahun 1995, ganda putri China tak berhasil meraih gelar di Jejuaraan Dunia karena Chen/Jia wakil terakhir. Dalam 14 tahun terakhir, ganda putri Negeri Tirai Bambu selalu bisa mengamankan medali emas dan merajai panggung Kejuaraan Dunia.

Artinya, kekuatan ganda putri dunia sudah merata dan tak lagi didominasi China. Saat ini ganda putri Jepang yang sedang naik daun.

Chen/Jia, yang kini duduk di peringkat satu dunia, mengakui Greysia/Apriyani mampu memenangkan pertarungan mental yang terjadi di saat-saat kritis.

"Kami kalah dengan cara yang sangat disayangkan, padahal kami sudah memimpin perolehan angka. Kami kehilangan beberapa poin penting dan ini adalah kesalahan besar. Lawan semakin percaya diri," kata Chen, dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Kami sudah sudah coba mengontrol keadaan, kami kehilangan banyak poin krusial karena mental kami tidak stabil saat itu. Kami merasa tidak bisa bermain di permainan terbaik kami, seharusnya saat itu kami tidak boleh terlalu memikirkannya," timpal Jia.

"Greysia adalah pemain berpengalaman. Dia sudah berusia 30 tahun tetapi dia bermain seperti seolah dia masih muda. Dari cara dia berlari keliling lapangan, cara dia mengembalikan bola. Kami melihat semangatnya untuk meraih kemenangan. Kami rasa lawan kami lebih baik dalam hal mengatasi tekanan, sedangkan kami tak bisa mengontrolnya," lanjut Jia.

Komentar

Embed Widget
x