Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Juli 2018 | 12:59 WIB
 

Kejuaraan Dunia Atletik U-20

Berita Juara Dunia Zohri Hampir Saingi Piala Dunia

Oleh : Arif Budiwinarto | Jumat, 13 Juli 2018 | 18:25 WIB
Berita Juara Dunia Zohri Hampir Saingi Piala Dunia
Muhammad Zohri - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Keberhasilan Lalu Muhammad Zohri menjuarai nomor 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 menjadi pembicaraan ramai media Internasional. Beritanya diklaim hampir menyaingi Piala Dunia 2018.

Dalam final 100 meter di Tampere, Finlandia, Kamis (12/7/2018) kemarin waktu setempat, tak ada yang menyangka pelari di line 8, Lalu Muhammad Zohri, akan menjadi yang pertama melewati garis finish.

Faktanya demikian, pemuda 19 tahun itu mencatatkan waktu tercepat 10,18 detik mengungguli dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik.

Catatan waktu 10,18 detik itu sekaligus memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri 10,25 detik. Rekor waktu 10,18 detik itu juga mendekati rekor nasional senior atas nama Suryo Agung Wibowo 10,17 detik.

Kemenangan Zohri tak pernah disangka-sangka sebelumnya, bahkan pelatih yang mendampinginya sempat kaget anak asuhnya bisa jadi juara dunia. Tentu saja apa yang diraih Zohri membuktikan bahwa Indonesia tak bisa lagi dipandang sebelah mata di kancah atletik dunia.

Ramainya pemberitaan keberhasilan Zohri, kata Menpora, hampir menandingi semaraknya gelaran Piala Dunia 2018 Rusia.

"Mengutip komentator media asing saat itu bahwa Indonesia tidak memiliki sejarah tradisi juara di nomer atletik yang sangat bergensi, tapi hari itu sejarah kini telah mencatat kehebatan pelari tercepat yunior dunia yang datang dari Indonesia. Sehingga wajar jika yang terkejut bukan hanya kita, karena dunia internasional pun sangat terkejut," kata Menpora dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2018) siang WIB.

"Seakan-akan perhatian ke Piala Dunia teralihkan sejenak dengan kehebatan Zohri," lanjut Menpora.

Menpora mengingatkan Zohri agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian di level dunia. Lebih lanjut, Menpora berharap siwa kelas III PPLP (Pemusatan Pendidikan dan Latihan Pelajar) binaan Kemenpora di NTB itu bisa melanjutkan cerita suksesnya dengan mempersembahkan medali emas di Asian Games 2018.

"Namun demikian, prestasi yang diperoleh Zohri ini tentu harus dipertahankan dan syukur ditingkatkan. Apapun bentuk apresiasi pada Zohri Asian Games dan spirit bagi atlet lai tidak boleh membuat Zohri menjadi jumaha, sombong dan tinggi hati."

"Semoga Zohi memberi semangat pada atlet-atlet kita yang akan berlaga di Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018," dia memungkasi.

Komentar

Embed Widget

x