Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 20:37 WIB

Indonesia Open

Suntikan Moral Owi/Butet Sebelum ke Asian Games

Oleh : Reza Adi Surya | Minggu, 8 Juli 2018 | 19:34 WIB

Berita Terkait

Suntikan Moral Owi/Butet Sebelum ke Asian Games
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat suntikan rasa percaya diri jelang tampil di Asian Games Agustus mendatang setelah untuk pertama kalinya juara di Istora Senayan dalam turnamen Indonesia Open 2018.

Bertanding di Istora Senayan, Minggu (8/7/2018) malam, Tontowi/Liliyana mengalahkan pasangan asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dua gim langsung 21-17 dan 21-8 dalam waktu 38 menit.

Sebenarnya Tontowi/Liliyana sudah pernah menjuarai Indonesia Open tahun lalu. Tapi kala itu bukan digelar di Istora, melainkan JCC Plennary Hall.

Semua gelar bergengsi sudah dimenangkan Tontowi/Liliyana, kecuali Asian Games. Keberhasilan menaklukkan Istora menjadi modal bagus karena Asian Games akan digelar di Istora lagi.

"Makna kemenangan ini besar sekali. Walau tidak ingin memikirkan, ternyata kepikiran juga berapa kalu final di Istora tak bisa juara. Jadi, kemenangan ini memberi rasa optimistis," kata Liliyana, dalam jumpa pers.

"Tapi Asian Games berbeda. Walaupun lawannya sama, tapi eventnya beda. Kita sudah tahu lawannya siapa saja dan kita sudah pelajari juga. Di sisa waktu harus maksimal sampai Asian Games. Kita juga nanti ikut Singapore Open sebagai pemanasan," tambah Liliyana.

Untuk persiapan tampil di Asian Games, Tontowi/Liliyana akan melakukan pemusatan latihan sekitar satu bulan di Kudus.

"Kami melakukan persiapan seperti sebelum berangkat ke Olimpiade dan Kejuaraan Dunia, yakni pemusatan latihan (TC) di Kudus. Setiap berlatih disana kita bisa dapat emas. Mudah-mudahan Asian Games bisa dapat emas," ujarnya.

Di Asian Games, otomatis tak ada lawan-lawan dari negara Eropa yang selama ini juga bisa bersaing di nomor ganda campuran, seperti Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) dan Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark).

Menurut Tontowi, lawan-lawan di Asian Games tetap saja berat, karena kekuatan di ganda campuran saat ini sudah merata.

"Lawan berat mungkin China, Jepang. Thailand juga tak bisa dianggap remeh. Ada Hong Kong juga. Semua lawan berat. Yang penting dari kita sendiri kondisinya bagus dan berusaha memberikan yang terbaik," tandas Tontowi.

Komentar

Embed Widget
x