Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 14:09 WIB
 

Srikandi Cup

Ini Sosok Penting di Balik Sukses Surabaya Fever

Oleh : Arif Budiwinarto | Jumat, 6 April 2018 | 00:56 WIB
Ini Sosok Penting di Balik Sukses Surabaya Fever
Pelatih Surabaya Fever Wellyanto Pribadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Kesuksesan tim basket putri Surabaya Fever merajai tiga seri awal Srikandi Cup 2018 tak terlepas dari sentuhan tangan dingin Wellyanto Pribadi. Ia punya filosofi dalam menyatukan visi bermain anak asuhnya.

Pelatih yang akrab disapa Ko Welly mulai menangani Surabaye Fever tahun 2014 lalu. Sejauh ini, di bawah asuhan Ko Welly, Surabaya Fever memegang rekor sebagai tim basket putri yang belum terkalahkan di ajang kejuaraan kompetisi basket putri di Tanah Air.

Kendati demikian, pelatih 53 tahun menyebut kesuksesan Surabaya Fever merupakan buah kerja keras banyak pihak, termasuk para pemain. Dalam menangani Gabriel Sophia dan rekan-rekannya, ia memiliki filosofi bahwa mereka harus bisa bekerja sama seperti jemari tangan.

"Saya bukan pelatih hebat. Justru anak-anaklah yang mempunyai potensi itu. Semua pemain Surabaya Fever bisa menjadi pemain inti dikarenakan mereka memahami filosofi jemari tangan, ada jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis, kelingking. Jika disatukan secara fungsi kerja maka akan menghasilkan kekuatan yang utuh," ujarnya.

Welly bercerita awal mula dia mendapat ilmu kepelatihan saat dirinya bermain di bawah gemblengan pelatih legendaris basket nasional, Widiarto Hartanu atau yang sering disapa Mpek.

Pada 1997, Mpek meminta manajemen CLS untuk merekrut Welly sebagai bagian dari tim pelatih karena dianggap punya kemampuan yang bisa diandalkan. Tahun 2014 ia mulai menjadi pelatih Surabaya Fever.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia membawa Fever menjuarai sejumlah kejuaraan bergengsi. Di tahun 2015 mereka meraih gelar juara WNBL, 2016 Juara WIBL, 2017 Juara Perbasi Cup dan selangkah lagi, bukan tidak mungkin mereka akan merebut piala Srikandi Cup musim ini, lewat babak playoff yang akan dilangsungkan pada tanggal 18-21 April mendatang di Cirebon.

"Saya tidak ingin anak-anak terlena. Masih banyak kelemahan di tim saya yang harus diperbaiki. Kemenangan Fever sejauh ini bukan karena strategi yang disembunyikan kepada lawan dilapangan, tapi karena kebersamaan kami yang kuat. Basket itu tentang kebersamaan dan harus saling mendukung," ujar Welly yang baru saja mendapatkan Anugrah Olah Raga Siwo PWI Jawa Timur untuk kategori Pelatih Terbaik.

Center Surabaya Fever, Gabriel Sophia, melihat Ko Welly bukan hanya jago dalam urusan taktik, tetatpi juga sosok motivator yang mampu mengangkat kepercayaan diri dan mental para pemain.

"Ko Welly itu seperti teman bagi kami. Ia tidak banyak menuntut tapi ia selalu mengingatkan jika ada kekurangan, terutama supaya kami jangan cepat terlena dan ia selalu tidak bosan untuk mengatakan bahwa musuh terberat Fever adalah diri kita sendiri," kata Gabriel.

Cepat atau lambat, Welly menyadari bahwa Surabaya Fever pasti akan mengalami kekalahan, tapi ia juga berharap dapat terus memberikan hasil yang terbaik untuk timnya. Ia pun juga berharap, lewat kompetisi Srikandi Cup yang teratur, prestasi prestasi Timnas Putri Indonesia dapat berbicara banyak di kancah Asean maupun Asia.

Komentar

Embed Widget

x