Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 04:37 WIB
 

Aturan Baru Servis, Pemain Dituntut Cepat Adaptasi

Oleh : Arif Budiwinarto | Selasa, 13 Maret 2018 | 11:15 WIB
Aturan Baru Servis, Pemain Dituntut Cepat Adaptasi
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Jakarta - Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) mulai menerapkan aturan baru servis. Meski awalnya dianggap menyulitkan, pebulu tangkis Indonesia diharapkan bisa cepat beradaptasi ketimbang mengeluh.

Aturan tinggi servis 115 cm mulai diujicoba oleh BWF di Jerman Terbuka 2018 kemarin dan All England yang akan berlangsung pada 14-18 Maret 2018.

Di Jerman Terbuka 2018, pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, banyak memberikan angka kepada lawannya Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang) karena melakukan kesalahan dalam servis sesuai dengan aturan baru.

Akibatnya, Fajar/Rian harus puas menjadi runner-up setelah kalah dua set langsung dari Inoue/Kaneko 16-21 dan 18-21.

Kepala Pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, tak mau aturan baru jadi penghambat prestasi pebulu tangkis Indonesia. Oleh karena itu, dia terus mendorong para pemain agar bisa cepat beradaptasi dengan aturan tersebut dengan berlatih keras.

"Ini merugikan untuk semua pemain, khususnya ganda. Kita harus mencari solusinya, jangan sampai kita terlalu lama menyalahkan aturan baru ini, bagaimanapun juga, aturan ini harus dijalani dan kita harus beradaptasi," kata Herry seperti dikutip dari laman PBSI.

Lebih lanjut, Herry menyebut aturan baru tersebut perlu penyempurnaan, termasuk penggunaan teknologi untuk memperkecil subjektifitas service judge.

"Jadi yang menentukan itu service judge, peluang human error juga besar. Kalau perlu ada hawk eye juga, jadi kalau dinyatakan salah, kita bisa challenge dengan bukti yang jelas, ada rekaman, otentik dan bisa dipertanggungjawabkan, ini lebih fair," dia melanjutkan.

"Kalau sekarang kan penilaian sesaat saja, yang tahu hanya service judge dan Tuhan, dan keputusan ini mutlak, tidak bisa diprotes," dia memungkasi.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x