Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:45 WIB

ASEAN Basketball League 2017-18

CLS Knight Telan Kekalahan Ketujuh Beruntun

Oleh : Arif Budiwinarto | Minggu, 21 Januari 2018 | 01:35 WIB
CLS Knight Telan Kekalahan Ketujuh Beruntun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - CLS Knight belum mampu keluar dari hasil buruk, mereka menelan kekalahan ketujuh beruntun usai ditaklukkan tim asal Filipina, Tanduay Alab Phlipinas, dalam lanjutan ASEAN Basketball League 2017-18.

Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Kertajaya, Sabtu (20/1/2018) malam WIB, skuad asuhan Koko Heru Setyo Nugroho akhirnya takluk dengan skor 92-87.

Pemain asing Alab, Justin Donta Brownlee, menjadi bintang kemenangan untuk timnya dengan menyumbang 36 angka, delapan rebound dan tujuh assist. Menyusul kapten tim, Bobby Ray Park Jr, yang berkontribusi dengan tambahan 14 angka.

Meski kalah, penampilan dua pemain lokal CLS Knights Indonesia, Sandy Febiansyakh Kurniawan dan Mario Wuysang, mengundang decak kagum para fans CLS Knights yang hadir langsung. Keduanya berhasil mencetak dua digit angka 19 dan 17 poin, sayangnya sumbangan poin mereka belum mampu membawa keluar CLS dari serangkaian hasil buruk.

Tanduay Alab Pilipinas berhasil menguasai jalannya pertandingan kuarter pertama 29-18. Meski Mario Wuysang bermain baik dengan mencetak sembilan poin di awal, nyatanya ia belum mampu membawa timnya unggul.

Sebaliknya, Justin Donta Brownlee mampu mendongkrak performa timnya. Di kuarter pertama, dia berhasil mengoleksi 18 angka, 12 poin diantaranya ia cetak lewat tembakan tiga angka.

Di kuarter kedua, secara perlahan CLS Knights Indonesia mulai panas dan mulai bisa membaca pola permainan lawannya. Adalah Sandy Febiansyakh Kurniawan, kapten tim CLS Knights yang menjadi aktor utama kebangkitan timnya.

Di kuarter ini, dia mampu memperlihatkan spesialisasinya yakni tembakan jarak jauh yang akurat, termasuk tembakan tiga angkanya disisa waktu menunjukkan 04:40 detik, yang menjadi momentum kebangkitan untuk skuad Koko Heru Setyo Nugroho.

Tidak hanya itu saja, pemain yang akrab di panggil dengan sapaan "Keceng" itu dapat mencetak 11 poin tambahan, seraya menipiskan keadaan menjadi empat angka untuk menutup skor babak pertama 48-44.

Dua kuarter berikutnya, CLS Knights Indonesia dengan gigih terus berjuang untuk mengakhiri kekalahan panjang yang mereka derita. Sayangnya Alab Pilipinas masih terlalu perkasa untuk mereka.

Meski pada akhirnya Alab berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor akhir 92-87, namun pelatih Alab yakni Jimmy Alapag, secara khusus memuji kualitas permainan tuan rumah yang tidak pernah menyerah sampai laga usai.

"Saya berikan kredit untuk Mario, Sandy dan Fredie (Frederick Lee Jones Lish). Mereka tidak pernah menyerah untuk memberikan perlawanan bagi tim saya disetiap kuarter. Meski pada akhirnya kami bisa meraih kemenangan, tapi kedepannya saya harus mempersiapkan tim ini lebih baik lagi di laga berikutnya," ujar Jimmy Alapag yang juga merupakan salah seorang legenda hidup basket Filipina.

Usai timnya menelan kekalahan, Managing Partner CLS Knights Indonesia, Christopher Tanuwidjaja, secara resmi mengumumkan pergantian dua pemain asingnya, Decorey Aaron Jones dan Rudy Linggana, di pertandingan selanjutnya dan juga memberikan kredit khusus untuk para pemain lokalnya yang telah bekerja keras menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.

"Tentunya kami kecewa dengan kekalahan ini. Kita tidak kalah kelas dengan pemain Filipina yang mempunyai nama besar layaknya Bobby Park Ray Junior. Tapi saya salut dengan kemampuan para pemain lokal kita. Hingga detik akhir kita menunjukkan kepada mereka bahwa kita tidak kalah dengan Alab. Kabar lainnya yang ingin saya sampaikan, bantuan akan segera datang. Kita ganti satu pemain world impor Decorey dengan Shane Edwards (pemain posisi power forward). Dia pernah bermain di D League dan PBA dengan average 20 poin per game. Sedangkan untuk pemain asing berdarah asia, kami masih akan mencarinya dalam waktu dekat," kata Christopher di hadapan para media.

"Game-nya oke. Tapi penyelesaian akhirnya kita seperti kehabisan peluru. Kemudian juga belum dapat momentumnya yang tepat. Tapi seperti yang saya sampaikan kepada teman-teman sebelumnya, kita sebenarnya tidak kalah dengan para kontestan lainnya."

"Untuk pertandingan berikutnya melawan Juara bertahan (Hongkong Eastern) pada tanggal 24 Januari nanti, mereka memang punya amunisi yang bagus, pemain asing dan juga pelatihnya. Kemarin mereka bertanding disini melawan cuaca panas kota Surabaya. Sebaliknya besok kami akan bertandang dengan suhu mungkin sekitar 6 derajat celcius. Tapi saya bilang itu bukan alasan, kita harus berjuang untuk menang seperti mereka bermain disini," papar Koko, pelatih tim CLS Knights Indonesia.

Komentar

Embed Widget

x