Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 05:56 WIB

PB GABSI: Kemenpora Jangan Korbankan Target Emas

Oleh : Reza Adi Surya | Minggu, 7 Januari 2018 | 14:18 WIB

Berita Terkait

PB GABSI: Kemenpora Jangan Korbankan Target Emas
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) berharap tim verifikasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merevisi aturan terkait pemangkasan anggaran proposal program Pelatnas Asian Games 2018. Jangan sampai aturan mengorbankan target emas.

Kemenpora khususnya Deputi IV Pembinaan Prestasi Olahraga mengalokasikan sebesar 70 persen dari 735 miliar Rupiah untuk 40 induk cabang olahraga (cabor) serta National Paralympic Committee (NPC). Tim verifikasi bentukan Kemenpora harus menyaring usulan anggaran setiap cabor dengan berpatok pada aturan yang ada.

PB GABSI sendiri mengusulkan 23 miliar Rupiah untuk 32 atletnya, tetapi tim verifikasi yang beranggotakan 11 orang hanya merekomendasikan 9 miliar Rupiah bagi 12 atlet, lengkap dengan tugas bridge untuk menyumbang dua emas.

Ketua Umum PB GABSI, Ekawahyu Kasih menilai angka rekomendasi yang diterimanya sangat tidak sesuai untuk agenda try out dan training camp demi menggenjot prestasi bridge.

Ekawahyu mengimbau tim verifikasi untuk merevisi aturan, bukan justru mengorbankan target prestasi. Demi torehan emas, dia meminta pemerintah merevisi aturan yang ada.

"Tim verifikasi bilang cabor harus mengerti karena peraturan harus diikuti. Memang betul, mereka menjalankan tugasnya sesuai aturan Deputi IV, tapi itu bisa diubah setelah tim verifikasi bertemu cabor dan mendapatkan masukan bahwa apa yang dilakukan kurang tepat dan berpotensi menghilangkan target emas," ujar Ekawahyu, kepada wartawan, Sabtu (6/1/2018).

"Contohnya bridge 32 atlet jadi 12 atlet, dari 23 miliar jadi 9 miliar Rupiah sementara ditargetkan dua emas. Artinya ada peraturan deputi yang perlu direvisi, bukan sebaliknya tim verifikasi bersikukuh dengan peraturan dan tutup mata terhadap masalah yang disampaikan. Perpres (Peraturan Presiden) tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional saja bisa diubah kok, apalagi hanya peraturan Deputi," tambahnya.

Ekawahyu meyesalkan langkah tim verifikasi yang tidak pernah melibatkan induk cabor dalam penyusunan anggaran. Padahal, induk cabor adalah pihak yang paling mengetahui secara rinci mengenai kebutuhan pelatnas untuk bisa mewujudkan raihan medali emas di Asian Games 2018.

"Sudah selayaknya kajian tentang anggaran itu dilakukan secara detil pada setiap nomor dan cabor unggulan. Dan, itu yang tidak dilakukan tim verifikasi hingga hari ini. Mereka tidak pernah melibatkan induk cabor padahal yang paling menegerti isi perut dari setiap nomor dan cabor unggulan adalah induk organisasinya," lanjutnya.

"Tetapi, mereka lakukan itu sendiri. Kami sebagai induk cabor tiba-tiba diberitahu anggaran yang disetujui adalah demikian, dengan pemangkasan mencapai 60-70 persen. Begitu juga pemotongan jumlah atlet, mereka menerapkan kebijakan secara sepihak. Mereka bertindak seolah-olah sebagai pakar dalam setiap nomor dan cabor. Saya tentu saja sangat menyesalkan langkah tersebut," tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x