Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 21:13 WIB

Operasi Triyatno Berjalan Lancar

Kamis, 28 Maret 2013 | 05:52 WIB
Operasi Triyatno Berjalan Lancar
Triyatno - Getty Images
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Atlet angkat besi kelas 69 kilogram, Triyatno, sukses menjalani operasi kedua lututnya yang ditangani empat dokter ortopedic sports medicine di Rumah Sakit Premier Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2013).

Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan medali perak Olimpiade London 2012 itu cedera pada tulang rawan lutut sejak 2007. Selama ini telah mengupayakan penyembuhan dengan obat-obatan dan terapi namun tidak berhasil.

"Total operasi berlangsung 1,5 jam. Lutut di kaki kiri masalah utama dan di kaki kanan ada selaput yang menebal karena terus menahan beban, itu dibersihkan," jelas salah satu tim dokter, dr. Sapto Adji, Sp.OT.

Tim dokter, kata Sapto, telah mencoba dengan obat-obatan tetapi hasilnya tidak maksimal karena Triyatno masih merasakan nyeri dan setelah dikaji ulang, dia harus dioperasi.

Setelah dioperasi, Triyatno masih harus menjalani masa rehabilitasi selama enam bulan yang ditangani Indonesia Sports Medicine Center (ISMC), namun dia tetap bisa menjalani latihan yang tidak menimbulkan beban pada kakinya seperti latihan untuk tubuh bagian atas serta latihan untuk penguatan otot kaki.

Pelatih Triyatno, Lukman, mengawasi setiap evaluasi termasuk memadukan programnya dengan program ISMC.

"Tahun ini yang penting menuntaskan cedera dulu. Kalau performa belum bisa dipastikan karena sangat rentan," kata Lukman.

Lukman belum bisa menjamin Triyatno mengikuti SEA Games Desember mendatang. Kendati begitu dia tetap diplot di SEA Games, tapi yang jelas dia diproyeksikan untuk Olimpiade 2016.

Operasi Triyatno ini didukung dan didanai oleh berbagai pihak, termasuk Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Hal yang sama juga berlaku bagi rekannya, Eko Yuli Irawan. Atlet angkat besi kelas 62 kilogram itu mengalami cedera retak tulang kering kaki kanan.

"Karena mereka diproyeksikan Federasi Internasional Angkat Besi sebagai atlet yang memiliki potensi dapat medali emas di Olimpiade 2016. Saat cedera saja mereka bisa menyumbang medali, apalagi jika tidak cedera," ujar Ketua Umum KOI Rita Subowo. [ant/yob]

Komentar

Embed Widget
x