Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:02 WIB

Catur Bantu Proses Rehabilitasi Narkoba

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Sabtu, 9 Februari 2013 | 13:56 WIB
Catur Bantu Proses Rehabilitasi Narkoba
Inilah.com/Boy Leonard Pasaribu
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Olahraga catur menjadi salah satu terapi penyembuhan untuk masalah ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

Karakter permainan catur yang mendorong pemainnya berpikir dan menganalisa segala situasi sebelum mengambil tindakan amat membantu memperkuat mental para peserta rehabilitasi ketergantungan narkoba.

"Cara bermain catur dapat mempengaruhi karakter dan perkembangan kejiwaan korban narkoba saat menjalani rehabilitasi, khususnya dalam merencanakan penggunaan waktu dengan baik serta kemampuan menentukan prioritas positif dalam hidupnya," ujar Ketua Umum PB Percasi Hashim Djojohadikusumo, dalam pembukaan Friendship Chess Match.

Ajang persahabatan ini mempertandingkan tim residen atau korban narkoba Unit Pelayanan Teknis Terapi dan Rehabilitasi (UPT T&R) Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan tim atlet profesional Jayakarta Muda Chess Club, Percasi DKI, di Gedung BNN, Sabtu, (9/2/13).

Hasyim yakin, dengan menekuni olahraga catur, para pengguna maupun non-pengguna bisa berpikir lebih jernih dan mengambil tindakan yang tepat saat muncul godaan menggunakan narkoba.

Karena itu, PB Percasi mengirim empat pelatih catur untuk memberikan pelatihan catur kepada korban narkoba di UPT T&R BNN, yang sudah berlangsung setahun lebih.

Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Kusman Suriakusumah, mengatakan bahwa permainan catur menjadi bagian dari usaha merehablitasi para penguna.

"Upaya rehabilitatif ini diharapkan mampu memberi bekal positif bagi prilaku korban saat mereka keluar nanti. Setidaknya mereka bisa mandiri dan tidak banyak bergantung kepada orang lain," ujarnya.

Pelatihan catur ini diberikan dua kali dalam seminggu. Selain membantu upaya rehabilitasi, olahraga ini sekaligus menjadi sarana hiburan yang bisa menjauhkan residen dari keinginan untuk memakai narkoba kembali.

Manfaat rehabilitasi ini diakui salah satu reside, Prisma Daut. Pria berusia 28 tahun itu berhasil mengalahkan salah satu atlet.

Mengurangi rasa kecanduan dan mentalitas, kita jadi lebih fokus dan berfikir positif, kita sebutnya handling feeling," kata Prisma.

Dalam Friendship Chess Match ini, sebanyak 20 residen bertanding melawan 20 atlet profesional. Prisma dkk harus mengakui keunggulan para atlet.

Meski demikian, para residen berhak mendapatkan hadiah pembinaan sebesar 4 juta Rupiah. Sementara itu, hadiah sebesar 5 juta Rupiah berhak dibawa pulang oleh juara.

Ajang ini adalah bagian dari kerja sama (MoU) antara PB Percasi dengan BNN, yang berlaku selama lima tahun.

Komentar

Embed Widget
x