Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 10:18 WIB

Ban Pirelli Bakal Sulitkan Pebalap Formula 1

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Jumat, 25 Januari 2013 | 20:09 WIB
Ban Pirelli Bakal Sulitkan Pebalap Formula 1
Pirelli memperkenalkan ban baru - motorsport.com
facebook twitter

INILAH.COM, Milan - Ketua umum Pirelli, Marco Trochetti Provera, berjanji bakal kembali menyulitkan pebalap Formula 1 musim 2013 lewat karakter ban yang akan mereka berikan.

Ban yang disuplai Pirelli musim lalu sukses memancing kegeraman para pebalap. Michael Schumacher bahkan menyebut berkendara dengan Pirelli sama seperti mengemudi di atas telur yang licin.

Namun di lain pihak, ban tersebut mampu menciptakan persaingan yang sengit. Tujuh pebalap berbeda bergantian menjuarai tujuh seri pertama.

"Saya rasa kami berhasil melaksanakan tugas kami. Kami diminta untuk membuat lomba lebih seru," katanya seperti dinukil dari Autosport.

"Pada akhirnya, pebalap yang bagus dan mobil yang baguslah yang sukses, itu artinya kami bekerja dengan baik. Ban kami bekerja dengan baik, tantangannya adalah mengenalnya dengan lebih baik dan semuanya puas di akhir musim," Provera menambahkan.

Pirelli bahkan ingin menciptakan ban yang lebih agresif lagi untuk musim ini, namun direktur Pirelli, Paul Hembery, yakin pebalap bisa beradaptasi dengan lebih mudah karena perubahan regulasi tahun ini tak terlalu signifikan, tidak seperti tahun lalu.

"Tahun lalu, kami sengaja menurunkan pilihan ban dan pilihan kompon yang sulit, tetapi kian sulit karena ada perubahan besar pada (regulasi) mobil yang membuat tim peserta kian sulit menyeimbangkan performa atau downforce antara bagian depan dan belakang mobil," katanya.

"Kini situasinya mobil-mobil yang ada masih berdasarkan mobil musim lalu, jadi lebih soal evolusi daripada revolusi. Tim-tim ini akan memulai adaptasi dari posisi yang lebih baik."

"Saat ini memang tidak terlalu banyak keluhan, tetapi perubahannya tetap substansial dalam hal menambah agresifitas ban, mereka akan menipis lebih cepat seiring dengan kian besarnya energi yang dikeluarkan," ia mengakhiri.

Komentar

x