Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 08:21 WIB

Kakak Gita Wirjawan Terpilih Pimpin PP Pelti

Minggu, 25 November 2012 | 21:24 WIB
Kakak Gita Wirjawan Terpilih Pimpin PP Pelti
Maman Wirjawan - ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kakak kandung Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Wibowo Suseno Wirjawan atau yang lebih dikenal dengan nama Maman Wirjawan, terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) periode 2012-2017.

"Tepat pukul 17.30 waktu setempat Maman Wirjawan sebagai ketua umum Pelti," kata Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti Soebronto Laras saat dihubungi lewat telepon, Minggu (25/11/2012).

Terpilihnya Maman ini, terbilang mengejutkan. Pasalnya, Maman terpilih tak lama setelah adiknya juga terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), bulan lalu.

Maman yang pernah menjabat sebagai Deputi Keuangan BP Migas itu unggul 18 suara dari 34 hak suara pada musyawarah nasional (munas) 2012 yang berlangsung di Manado, Minggu (25/11/2012) hari ini. Maman bersaing dengan Politisi Partai Demokrat Jaffar Hafsah dan mantan petenis nasional Wailan Walalangi, untuk menggantikan Ketua Umum dua periode berturut-turut, Martina Widjaya.

Namun, saat memasuki sesi pemilihan, Wailan Walalangi, tidak medapatkan satu pun suara pendukung padahal syarat untuk maju menjadi calon ketua umum minimal harus didukung 10 pengurus provinsi (pengprov) sehingga hanya Maman dan Jaffar yang maju ke bursa pemilihan.

Maman mendapat dukungan dari 18 pengprov dan Jaffar didukung 13 pengprov sedangkan satu pengprov tidak memberi surat dukungan kepada salah satu calon.

Harapan atlet Petenis putra terbaik Indonesia, Christopher Rungkat, sehari sebelumnya menyatakan harapannya agar ketua umum Pelti dapat memberikan inovasi terbaru dalam memajukan tenis Indonesia.

"Saya berharap ketua umum nanti yang terpilih dapat melakukan inovasi apapun itu. Sistemnya harus diperbahaui," ujar petenis yang saat ini mencatat peringkat 282 ATP. Dia ditemui di sela-sela latihan di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu.

Christo, begitu ia akrab disapa, menuturkan belum banyak petenis Indonesia yang mampu untuk ikut turnamen di luar negeri (touring) karena tersandung masalah dana padahal turnamen-turnamen tersebut penting untuk meningkatkan peringkat mereka selain mengasah pengalaman.

"Saat ini untuk petenis putra baru saya dan Elbert yang ATP rangkingnya di atas 1000 padahal petenis Indonesia itu banyak. Kita masih kesulitan untuk mencari sponsor, saya yang nomor satu saja susah gimana yang lain. Sedangkan touring itu tidak gampang, biayanya tidak sedikit," ujar Christo.

Selain itu, untuk terus memumpuk generasi muda Christo berharap ada tempat pemusatan latihan untuk atlet-atlet daerah agar lebih terorganisir.

Pada kesempatan yang sama, petenis Elbert Sie juga berharap siapapun yang menjadi ketua umum nantinya mampu mendukung kebutuhan atlet baik dari segi sponsor, pelatih, dan tempat pusat latihan.

"Siapapun yang menjadi ketua asal mereka yang baik ngurusnya. Kalau bisa sponsornya kuat, karena kalau mau maju sponsor itu perlu. Begitu juga dengan travelling coach yang mendampingi atlet saat touring," kata Elbert.

Ia menambahkan selain turnamen ke luar negeri perlu didukung, turnamen di dalam negeri juga diperbanyak. "Jadi pemain junior bisa maju, ada regenerasi," katanya.[iaf/antara]

Komentar

x