Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 17:04 WIB

Diancam Dibunuh, Haye Ogah Tarung di Kandang Lawan

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Selasa, 25 September 2012 | 19:35 WIB
Diancam Dibunuh, Haye Ogah Tarung di Kandang Lawan
dailymail.co.uk
facebook twitter

INILAH.COM, London - Meski amat bernafsu mengalahkan Vitali Klitschko, petinju Inggris, David Haye, ogah bertanding di Ukraina, kandang sang lawan. Maklum, ia menerima ancaman pembunuhan.

Haye bernafsu mengalahkan Vitali, setelah tahun lalu kehilangan gelar WBA kelas beratnya karena dikalahkan adik Vitali, Vladimir.

Usai kekalahan tersebut, petinju berusia 31 tahun lalu itu sempat menyatakan pensiun, namun kembali lagi dan mengalahkan Dereck Chisora di Bulan Juli.

Tingkat rasisme yang tinggi di Ukraina membuat Haye, yang berkulit hitam, menawarkan lokasi pertarungan di Jerman.

"Saya tak pernah ke Ukraina tetapi saya dengar di sana sangat berbahaya bagi orang kulit hitam," katanya seperti dilansir Sport Bild.

"Ada sejumlah orang rasis gila yang sudah mengirimi saya ancaman pembunuhan. Jadi Jerman sepertinya merupakan tempat terbaik dan teraman bagi saya untuk mengalahka Vitali dan keluar dari tempat pertandingan dalam keadaan hidup-hidup," ia menambahkan.

Lokasi pertandingan yang dipilih Haye sepertinya sudah tepat, karena Klitschko bersaudara biasa bertarung di Jerman terkait dengan kerjasama dengan salah satu stasiun televisi.

The Hayemaker amat percaya diri bakal mengalahkan Vitali. Menurutnya, lawan yang sudah bertarung sebanyak 47 kali dan baru kalah dua kali itu terlihat tangguh karena selalu memilih lawan yang lebih lemah.

"Dia (Vitali) seringkali berbicara kepada dunia bahwa dia akan meng-KO saya. Itu cuma sampah. Saya terlalu cepat, terlalu seksi dan terlalu bertalenta untuk bisa dikalahkan oleh robot lambat dan besar dari Ukraina," ujarnya memulai perang urat syaraf.

"Saya rasa, pertarungan antara Haye dengan Vitali Klitschko adalah satu-satunya pertarungan kelas berat yang ingin dilihat dunia. Saya tak tertarik bertarung melawan 50 pengecut seperti yang dilakukan Klitschko bersaudara. Saya hanya ingin pertarungan besar yang dinanti-nanti semua orang," ia menambahkan.

"Vitali sengaja bertarung melawan petinju yang memang tak punya peluang untuk menang. Lalu dia mencoba membodohi stasiun TV-nya, RTL, dan seluruh dunia, bahwa dia baru saja bertarung melawan rival yang tangguh. Saya cuma bisa tertawa," Haye menutup.

Komentar

Embed Widget
x