Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 05:02 WIB

PON Riau 2012

Isu Penukaran Tiket Pembukaan PON Resahkan Warga

Oleh : Farid Kusuma | Senin, 17 September 2012 | 01:41 WIB
Isu Penukaran Tiket Pembukaan PON Resahkan Warga
ist
facebook twitter


INILAH.COM, Pekanbaru - Seremoni pembukaan Pekan Olahraga Nasional XVIII tahun 2012, di Riau, telah berlangsung dengan lancar di Stadion Utama yang terletak di kawasan Universitas Riau, Selasa (11/9/12).

Berbagai pertunjukan yang dikemas secara apik dengan dukungan tata cahaya berkilauan dan sound yang menggelegar, berhasil menghibur para pengunjung.

Namun, ada sebagian warga yang tak terima dengan keputusan panitia yang mengizinkan pengunjung masuk ke stadion secara gratis. Pasalnya, warga yang memiliki tiket, harus mengeluarkan uang yang tak sedikit.

Tiket yang dijual resmi sebelum berlangsungnya acara, diketahui berkisar 100-500 ribu rupiah.

Kondisi tersebut menimbulkan isu di masyarakat bahwa pihak panitia penyelenggara bersedia mengembalikan uang pembelian tiket, kepada warga yang terlanjur membeli.

Karena isu yang tak jelas asal-usulnya itu sudah cukup meresahkan, Ketua Harian PB PON Riau, Syamsurizal, segera memberi klarifikasi yang menyangkal adanya penukaran tiket.

"Isu itu tak benar. Tak ada yang namanya penukaran tiket di PB PON," tegas Syamsurizal.

Ketua harian PB PON itu, pun berdalih jika tiket yang dijual itu bukan dalam rangka mengumpulkan uang dari masyarakat, tapi bertujuan untuk membatasi penonton sehingga keamanan dan kenyamanan bisa lebih mudah dikontrol.

"Dengan diberlakukan tiket, bisa dilihat, tidak terjadi kegaduhan atau hiruk pikuk di Stadion dan acara berjalan lancar, keselamatan dan kenyamanan presiden merupakan segala-galanya," lanjutnya.

Sementara itu, pihak ketiga yang mencetak tiket, Dheni Kurnia mengatakan isu penukaran tiket hari ini kabar bohong. Sebab, pihaknya yang sudah menjual tiket pada pembukaan untuk harga 100-500 ribu rupiah saja yang habis terjual.

Bahkan, tiket yang dijual terbatas tidak sebanyak kursi yang ada di Stadion sebanyak 45 ribu, karena pihaknya hanya mencetak tiket sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh PB PON yakni sebanyak 15 ribu saja.

"Tidak benar ada penukaran, itu fitnah, kita menjual semua tiket. Setiap warga yang memakai tiket juga harus di scan dengan menggunakan sitem sensor. Terkait adanya penonton yang masuk tanpa tiket, adalah karena pihak keamanan yang membuka gerbang ketika acara sudah berjalan sehingga banyak masyarakat yang masuk," katanya.

Berdasarkan pantauan langsung INILAH.COM, pada upacara pembukaan PON XVIII, pintu masuk ke dalam stadion yang dijaga ketat oleh aparat keamanan, dibuka untuk semua pengunjung saat acara dimulai pukul 19.30 WIB.

Spekulasi yang beredar, keputusan membiarkan warga tanpa tiket masuk ke dalam lokasi acara adalah kebijakan yang diambil panitia penyelenggara karena tiket yang dijual tak laku dan membuat stadion terlihat sepi penonton.

Padahal, ada Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono yang hadir untuk meresmikan event olahraga empat tahunan terbesar di level nasional.

Komentar

Embed Widget
x