Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 11:14 WIB

Korea Terbuka 2017

Kurang Pengalaman Jadi Faktor Kekalahan Gregoria

Oleh : Andre Syamsurizal | Kamis, 14 September 2017 | 17:42 WIB
Kurang Pengalaman Jadi Faktor Kekalahan Gregoria
Gregoria Mariska Tunjung - (Foto: badmintonindonesia)
facebook twitter

INILAHCOM, Seoul - Gregoria Mariska Tunjung kalah di babak kedua bulu tangkis tunggal putri Korea Terbuka Super Series 2017. Kurangnya pengalaman ditenggarai menjadi faktor kekalahannya.

Gregoria dikalahkan oleh pemain Hong Kong, Yip Pu Yin dalam dua game langsung, 16-21 dan 14-21, dalam waktu 35 menit.

Mulanya Gregoria memiliki harapan besar dengan bagan yang telah diberikan. Akan tetapi Gregoria mengaku mendapat kesulitan saat bertanding.

"Tadinya mau minimal delapan besar. Soalnya saya liat draw-nya sepertinya bisa. Tapi tadi pergerakan kaki saya lambat, sering telat ambil bola dari lawan. Kedepannya saya juga harus menambah power saya," kata Gregoria usai bertanding.

Sementara itu, pelatih Gregoria, Minarti Timur memberikan tanggapan terkait kekalahan ini. Menurutnya, Gregoria masih kalah pengalaman dengan Yip Pu Yin.

"Lawannya Gregoria hari ini ranking masih lebih tinggi. Jam terbang dan pengalaman juga lebih banyak dia. Dengan kondisi lapangan seperti ini dia lebih pinter mengontrol bola, mengontrol angin dan seperti apa harus bermain. Grego game pertama bingung. Waktu nyoba-nyoba tapi kepegang terus sama lawan, dianya jadi bingung. Nggak yakin sama pukulannya, dan nggak bisa maksimal," kata Minarti kepada badmintonindonesia.org.

"Kemarin lawan Busanan dia mainnya satu-satu, ini dia main menyerang terus. Depannya dicepetin, belakang dia smash. Grego bingungnya di situ, kemarin dia bisa megang depannya, tapi kali ini nggak bisa. Saya bilang ke Grego kalau kamu kalah di depan, coba main belakang. Tapi dia nggak berani karena anginnya kencang, mungkin takut out. Harusnya dia berani coba. Karena kalau dia memaksa polanya seperti itu terus, dia akan kalah. Dia harus berani berubah sedikit," ungkap Minarti.

Saat masuk ke game dua, Minarti menungkapkan Gregoria memiliki peluang. Akan tetapi ia tidak berani untuk merubah pola permainan.

"Game kedua lawan semakin percaya diri dan tambah enak. Padahal lapangan game kedua lebih enak buat Grego. Kalah angin, dia bisa menekan. Itu pun Grego masih nggak berani, pengennya ngadu depan terus," ungkap mantan atlet era tahun 1990-an ini.

"Lawan kali ini memang lebih matang dan berpengalaman. Dari pertandingan ini Grego pastinya mendapat banyak pengalaman. Dia harus berani berubah dan harus berani mencoba. Biarpun susah ya tetap harus berani. Kalau nggak dia akan terus ketekan dan nggak bisa bangkit," tutup Minarti.

 
Embed Widget

x