Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 00:51 WIB

SEA Games 2017

Bulutangkis Tambah Dua Perunggu

Oleh : Arif Budiwinarto | Senin, 28 Agustus 2017 | 14:50 WIB
Bulutangkis Tambah Dua Perunggu
(Foto: badmintonindonesia)
facebook twitter

INILAHCOM, Kuala Lumpur - Dua wakil Indonesia di nomor tunggal putri dan ganda putra tumbang di babak semifinal bulutangkis SEA Games 2017, Senin (28/8/2017) siang WIB. Dengan demikian, Indonesia mendapat tambahan dua perunggu.

Di nomor tunggal putri, Gregoria Mariska berhadapan dengan wakil tuan rumah, Soniia Cheah, di Axiata Arena. Sempat unggul jauh 11-6, Gregoria mendapat perlawanan sengit dari Cheah selepas interval.

Bahkan, pebulutangkis tuan rumah mampu mengejar angka dan menyamakan kedudukan 20-20. Kesalahan penempatan bola Gregoria menguntungkan lawannya yang menutup set pertama dengan keunggulan 22-20.

Di set kedua, justru Soniia yang mampu mendikte Gregoria. Selepas interval, Gregoria perlahan mulai mengejar ketertingalan 14-9. Namun, perolehan poinnya berhenti di angka 13. Sedangkan Soniia terus melaju hingga menang 21-13.

Di babak final, Soniia akan jumpa wakil Singapura, Goh Jin Wei, yang mengalahkan unggulan ketiga asal Thailand, Pornpawee Chochuwing, tiga set 21-9, 10-21 dan 21-18.

"Saya kecewa dengan hasil ini, saya sudah unggul tetapi saya tidak bisa menjaga tempo permainan. Di game kedua, lawan semakin percaya diri karena waktu ketinggalan di game pertama dia bisa membalikkan keadaan," ujar Gregoria usai laga.

"Saat tertinggal jauh, seharusnya saya menikmati pertandingan karena saya masih punya kesempatan. Bukannya saya berpikir bagaimana mencari poin, tetapi saya memikirkan kalau saya ketinggalan, fokusnya sama sekali nggak ada," tambahnya.

Kekalahan juga dialami pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Menghadapi unggulan keempat asal Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, wakil Indonesia harus menyerah dua set langsung 21-17 dan 23-21 dalam waktu 34 menit.

"Saat sudah memimpin perolehan angka, seharusnya kami lebih percaya diri. Tetapi malah terburu-buru dan ingin cepat menyelesaikan pertandingan," komentar Fajar soal pertandingan.

"Kami tampil kurang tenang, sudah beberapa kali unggul tetapi tersusul lagi. Lawan tidak terlalu menyulitkan secara teknis, namun mereka tampil lebih tenang," tambah Rian.

"Soal beban, itu pasti ada. Tetapi di hasil hari ini lebih kepada kami tidak bisa bermain dengan baik, tidak dapat keluar dari tekanan," ungkap Fajar.

Di babak final, Kittinupong/Dechapol akan berhadapan dengan pemenang antara Bodin Isara/Nipitphon Phuangphuapet melawan wakil tuan rumah, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

 
Embed Widget

x