Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 06:16 WIB

Stafsus Jokowi Prediksi Duel Mayweather v McGregor

Oleh : Reza Adi Surya | Sabtu, 22 Juli 2017 | 00:37 WIB
Stafsus Jokowi Prediksi Duel Mayweather v McGregor
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pertandingan antara petinju Floyd Mayweather Jr melawan atlet Mixed Martial Arts (MMA) Connor McGregor sangat dinanti. Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo, Diaz Hendropriyono pun ikut memberikan prediksi duel tersebut.

Bagi pecinta tinju dan MMA pasti sudah menantikan duel antara Mayweather melawan McGregor. Jelang berlangsungnya pertandingan pada 26 Agustus di Las Vegas, Nevada, AS, beragam tanggapan dan prediksi keluar dari para selebritas dunia, pengamat tinju, dan juga masyarakat umum lainnya, tak terkecuali di Indonesia.

Pertarungan yang diyakini akan menjadi tontonan 'fight of the year' tersebut tak luput dari pandangan Diaz Hendropriyono. Kecintaannya terhadap dunia tinju sejak di bangku SMA dan juga salah satu pemilik sasana MMA di daerah Patal Senayan, membuat ayah tiga orang anak ini yakin pertandingan nanti akan berlangsung dengan seru.

Diaz tidak menampik unsur bisnis dan hiburan juga menjadi salah satu dari nilai jual dilangsungkannya pertarungan Mayweather dan McGregor. Diaz mempunyai catatan tersendiri jelang duel nanti. Menurut dia, McGregor merupakan atlet yang cukup tangguh dalam urusan MMA dan lebih muda usianya, namun di atas ring Mayweather Jr-lah yang akan menjadi pemenangnya karena unggul pengalaman serta memiliki kecerdasan dalam bertinju.

"Di atas kertas Mayweather harusnya lebih mudah mengatasi McGregor. Karena sudah jelas dia unggul dari sisi teknik, pengalaman. Dia sudah membuktikan dengan mengalahkan beberapa petinju yang juga hebat dan terkenal," ujar Diaz.

"Tapi saya salut dengan keberanian McGregor yang berani meladeninya di atas ring. Mungkin sebaliknya, jika terjadi rematch mereka di arena MMA, saya yakin McGregor-lah yang menjadi pemenangnya. Tapi sepertinya pertandingan ini tidak ditutup dengan kemenangan KO," tambahnya.

Meski pada saat promosi pertandingan keduanya saling melampiaskan kebencian, bagi Diaz itu adalah hal yang lumrah dan menjadi daya tarik bisnis cabang tinju dan mixed martial arts. Namun sesungguhnya dia yakin olahraga keras baik tinju dan MMA tetap mengajarkan nilai sportivitas antara satu dengan yang lainnya.

"Olahraga pada umumnya, pada khususnya tinju dan mixed martial arts, mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menghormati, khususnya setelah pertandingan usai. Itu prinsip yang diajarkan oleh para pelatih di tinju maupun di MMA. Yang menang tidak akan jemawa dan yang kalah juga tidak lantas berkecil hati," katanya.

"Semoga bangsa kita juga mencontoh nilai positif yang terkandung di dalam olahraga. Menang bukan segalanya, tapi yang terpenting respek antara satu dengan yang lainnya," tandas Diaz.

Mayweather adalah petinju defensive, dan McGregor dengan jab kiri yang kuat adalah petarung agresif. Meskipun Mayweather selalu mengalami kesulitan melawan petinju southpaw agresif seperti Zab Judah dan Manny Pacquiao, pertarungan nanti akan menggunakan sarung tinju yang dua kali lebih berat daripada sarung tangan MMA dan bisa berdampak pada kecepatan tangan McGregor.

 
x