Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 06:22 WIB

Indonesia Terbuka Super Series Premier

Kunci Kemenangan Tontowi/Liliyana

Oleh : Reza Adi Surya | Minggu, 18 Juni 2017 | 22:53 WIB
Kunci Kemenangan Tontowi/Liliyana
Ekspresi pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir usai menang atas pebulu tangkis ganda campuran China Zheng Siwei-Chen Qingchen dalam final Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir membeberkan kunci di balik keberhasilan mengalahkan Zheng Siwei/Chen Qingchen di final Indonesia Terbuka Super Series Premier 2017.

Ganda campuran andalan Indonesia itu mengalahkan Zheng/Chen dua game langsung, 22-20 dan 21-15 dalam waktu 45 menit. Menurut Tontowi/Liliyana, kunci kemenangan mereka terletak di game pertama yang tampil tenang di poin-poin kritis.

"Tadi lawan tidak mudah dikalahkan karena mereka peringkat satu dunia dan sedang on-fire. Kita baru bertemu satu kali dengan mereka di 2014 dan kalah. Kita anggap sekarang kedudukannya 0-0 lagi. Karena sudah lama tidak bertemu dengan mereka, kami mempelajari permainan mereka lewat video," kata Liliyana.

"Di pertandingan ini kami menerapkan strategi yang benar. Perbedaan poin juga dekat terutama di game pertama. Kunci kemenangan di game pertama karena bisa manfaatkan poin-poin kritis. Di game kedua lebih enjoy dan komunikasi baik. Lawan juga banyak mati sendiri dan itu mempermudah kita," ujarnya.

Tontowi, yang belum pernah menjadi juara di Indonesia Terbuka Super Series Premier, mengaku senang akhirnya bisa meraih gelar di kandang sendiri.

"Seperti yang saya katakan kemarin, kita berusaha main fokus dan menerapkan strategi yang benar. Kita main all-out dan akhirnya bisa juara," tambah Tontowi.

Meski pertandingan berlangsung hanya dua game, Liliyana menilai kemenangan yang diraihnya bersama Tontowi sama sekali tidak mudah.

"Mereka kelas dunia dan pertandingan pasti sulit. Mereka pasangan muda dengan keunggulan kecepatan dan power. Di awal-awal kita sempat tertekan. Kita banyak meredam dan akhirnya bisa balik menekan. Kali ini pertahanan mereka kurang kuat," jelas Liliyana.

 
x