Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 06:21 WIB

Indonesia Terbuka Super Series Premier

Taufik Kritik Keputusan PBSI Mainkan Marcus/Kevin

Oleh : Reza Adi Surya | Rabu, 14 Juni 2017 | 14:30 WIB
Taufik Kritik Keputusan PBSI Mainkan Marcus/Kevin
Legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat (kiri) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INIAHCOM, Jakarta - Legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat menyayangkan keputusan PBSI yang tetap menurunkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamukjo di Indonesia Terbuka Super Series Premier 2017. Kevin mengaku sedang menderita cedera bahu.

Sebagai unggulan teratas sekaligus rangking satu dunia, Marcus/Kevin langsung tersisih di babak pertama dari non-unggulan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, 16-21 dan 16-21.

Hasil ini tentu mengejutkan karena penampilan Marcus/Kevin sedang bagus-bagusnya usai meraih tiga gelar beruntun di All England, India Terbuka Super Series, dan Malaysia Terbuka Super Series Premier.

Taufik tak mempermasalahkan kekalahan Marcus/Kevin di babak pertama. Menurutnya, tak selamanya pemain unggulan harus selalu menang.

"Unggulan tidak harus juara, kan? (Carolina) Marin kemarin kalah, tadi ganda putri Jepang (Ayaka Takahashi/Misaki Matsutumo) juga kalah, kan?" ungkap Taufik, di area JCC.

Taufik mempertanyakan keputusan PBSI yang tetap memainkan Marcus/Kevin padahal kondisi Kevin sedang cedera.

"Mereka (Marcus/Kevin) tidak maksimal. Saya tidak tahu alasannya. Pasti rata-rata alasannya angi. Itu boleh saja, tapi tidak harus dijadikan alasan utama karena lawan merasakan hal yang sama," kata suami Amy Gumelar.

"Kalau ada masalah sama cedera bahu ya lebih baik tidak usah main karena yang di lapangan harus siap main. Harusnya alasan itu (cedera) tak perlu diungkapka ke publik. Itu cukup alasan ke pelatih," tambah peraih emas Olimpiade Athena 2004.

Taufik berharap wakil-wakil Indonesia tersisa bisa meraih maksimal karena mereka bermain di hadapan pendukung sendiri.

"Mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan. Turnamen Indonesia Terbuka ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya daripada harus menunggu tahun depan karena kita tuan rumah. Sayang kalau sampai dilewatkan," tandas peraih enam gelar Indonesia Terbuka.

 
x