Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 11:31 WIB

9 Poin Rapat Evaluasi Menpora dengan PB PBSI

Oleh : Arif Budiwinarto | Senin, 5 Juni 2017 | 18:30 WIB
9 Poin Rapat Evaluasi Menpora dengan PB PBSI
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengadakan rapat bersama PB PBSI - (Foto: Kemenpora)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengadakan rapat bersama PB PBSI membahas masalah evaluasi prestasi bulu tangkis terutama di ajang Piala Sudirman. Menpora mendorong PBSI bisa bersinergi dengan Satlak Prima guna memenuhi target di Asian Games 2018.

Indonesia meraih hasil mengecewakan di gelaran Piala Sudirman 2017 di Australia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia harus tersingkir di babak penyisihan.

"Tidak hanya publik yang menunjukkan kekecewaannya, tetapi juga Presiden dan Wakil Presiden di sela-sela Sidang Kabinet. Sehubungan dengan itu, Sekjen PBSI menyampaikan permohonan maaf atas buruknya prestasi tersebut," kata Menpora Imam Nahrawi, Senin (5/6/2017) siang WIB.

Dalam rapat tersebut ada sembilan poin yang menjadi pembahasan, diantaranya pernyataan PBSI mengenai performa buruk tim Indonesia di Piala Sudirman 2017 terutama saat dikalahkan India di pertandingan pertama babak penyisihan.

Selain itu, Menpora juga menginstruksikan kepada PBSI agar menyusun persiapan jelang Asian Games 2018 yang mana bulu tangkis menjadi cabang olahraga yang diharapkan bisa mendulang emas. Ditambah perlu adanya sinergi yang berkesinambungan antara PBSI dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima)

Berikut Sembilan Poin Penting Pertemuan Menpora dengan PB PBSI:

1. PBSI menyatakan bahwa sesungguhnya mereka melakukan persiapan yang maksimal sebagaimana pada event-event internasional lainnya dan bahkan lebih khusus untuk Sudirman Cup ini karena Indonesia berkeinginan dapat memboyong kembali Piala Sudirman.

2. Ketum PBSI sudah menjelaskan kepada Menpora (di sela suatu pertemuan tertentu seminggu lalu) tentang prestasi tersebut dan berikut dengan latar belakang dan kondisi yang ada.

3. Kekalahan Tim Indonesia melawan India dalam penyisihan Sudirman tersebut menurut PBSI benar-benar diluar dugaan PBSI berdasarkan perhitungan, track record, kondisi saat itu dan peringkat yang ada.

4. Menyadari kekalahan dari India, official Tim Indonesia langsung mengubah strategi menghadapi Denmark dan sesungguhnya ada peluang, tetapi masih juga belum berhasil.

5. Susy Susanti juga minta maaf, dan menjelaskan tentang regenerasi yang sedang dipercepat pelaksanaannya. Tanpa itu, negara-negara lain akan makin menimbulkan ancaman lebih besar bagi Indonesia.

6. Menpora meninta PBSI untuk mempresentasikan Road Map PBSI menuju Asian Games, dengan pertimbangan bahwa bulutangkis merupakan salah satu harapan publik yang paling besar untuk memperoleh medali emas dan belum lagi event-event internasional lainnya

7. Dalam dialog tersebut, baik PBSI maupun Kemenpora dan Satlak PRIMA serta KONI mencoba mencari solusi untuk kepentingan PBSI di masa mendatang, seperti misalnya tawaran Kemenpora terhadap penggunaan sport science yang ada di Kemenpora. Demikian pula, tawaran Satlak PRIMA untuk pendampingan baik fisik maupun psikologis serta minimalisasi tingkat cedera yang signifikan

8. Butet (Liliyana Natsir) akan diturunkan kembali untuk Indonesia Open di minggu depan karena sebelum ini mengalami cedera yang sangat mengganggu. Ini salah satu contoh konkret bahwa tim yang diturunkan tidak The Best yang ada. Pada sisi lain, jadwal satu turnamen ke turnamen berikutnya sangat ketat sehingga jika tidak terjaga dengan baik, dapat berakibat kelelahan dan cedera berat.

9. Perlu adanya sinergitas antara pelatih PBSI dan Satlak PRIMA secara komprehensif dan obyektif mengingat sebelum ini terkendala hubungan yang kurang harmonis meskipun Satlak PRIMA sudah berusaha menawarkan diri untuk membantu.[rza]

Tags

 
x