Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 07:12 WIB

Hasil Mengecewakan Nomor Tunggal di Kejuaraan Asia

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 1 Mei 2017 | 16:56 WIB
Hasil Mengecewakan Nomor Tunggal di Kejuaraan Asia
(Foto: badmintonindonesia)
facebook twitter

INILAHCOM, Wuhan - Penampilan tunggal putra dan putri Indonesia di Kejuaraan Dunia Asia 2017 bisa dibilang mengecewakan karena hampir semuanya tumbang di babak pertama.

Di nomor tunggal putri, tiga wakil Indonesia semuanya tumbang di babak pertama. Hanna Ramadini dan Dinar Dyah Ayustine harus bertemu pemain unggulan di babak awal. Hanna dikalahkan Sung Ji Hyun (Korea), dengan skor 5-21, 9-21.

Sementara Dinar harus mengakui keunggulan P.V Sindhu, unggulan keempat dari India, dengan skor 8-21,18-21. Fitriani yang sebetulnya punya kesempatan lebih besar untuk melaju ke babak kedua, juga belum berhasil. Fitri dikalahkan Vu Thi Trang (Vietnam) dengan skor 13-21, 8-21.

"Saya kurang puas dengan hasil yang diraih tim tunggal putri di kejuaraan ini. Semua tidak bisa mengeluarkan permainan mereka. Hanna tidak bisa keluar dari tekanan dan dikontrol terus oleh lawan. Dia juga ada cedera siku tangan dan perlu istirahat untuk menyembuhkan cederanya," kata Minarti Timur, asisten pelatih tunggal putri PBSI, dikutip dari Badmintonindonesia.org.

"Fitri tidak bisa keluar mainnya, banyak ragu-ragu sehingga ini berpengaruh pada akurasi bola. Sedangkan Dinar tak bisa mengimbangi kecepatan lawannya saat ia mau main cepat di game pertama, di game kedua baru berani main reli balik serang," tambahnya.

Di tunggal putra, hanya Ihsan Maulana Mustofa yang bisa melewati babak pertama. Sayang, di babak kedua dia dikalahkan wakil Taiwan, Chou Tien Chen. Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting terhenti di babak pertama dari Takuma Ueda (Jepang), dengan skor 13-21, 21-10, 17-21.

"Di saat-saat kritis, masih kurang sabar. Misalnya, Anthony yang sudah unggul jauh seharusnya bisa menang. Strategi sudah bagus, tetapi di akhir banyak membuat kesalahan sendiri," ungkap Irwansyah, asisten pelatih tunggal putra PBSI.

"Mereka juga belum yakin bahwa mereka bisa, mikirnya lawan lebih kuat dan lebih tahan. Padahal mereka tidak kalah kuat. Memang walaupun Ihsan dan Anthony pengalamannya sudah lumayan banyak di level super series, tetapi permainannya masih belum matang, masih banyak yang harus diperbaiki," tambahnya.

 
Embed Widget

x