Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 11:26 WIB

Sean Siap Hadapi Balapan Perdana F2 yang Menantang

Oleh : Arif Budiwinarto | Kamis, 13 April 2017 | 21:35 WIB
Sean Siap Hadapi Balapan Perdana F2 yang Menantang
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Sakhir - Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, tak sabar segera menunjukkan kemampuan terbaiknya di balapan perdana FIA Formula 2 musim 2017 setelah menjalani latihan intensif selama lima bulan.

Musim ini, Sean akan tampil bersama tim Pertamina Arden yang didukung Jagoya Ayam KFC Indonesia. Pebalap berusia 20 tahun ini akan berkolaborasi dengan pebalap asal Prancis, Norman Nato, yang menjadi rekan setimnya. Sean dan Nato akan bersaing dengan 18 pebalap lain dari sembilan tim balap lainnya.

Sean dan Nato menjalani persiapan musim balap tahun ini di markas tim Pertamina Arden di London, Inggris. Keduanya mendapat kesempatan menjajal latihan simulator di markas tim Formula 1 Red Bull karena tim Arden punya afiliasi dengan tim F1 itu yang juga memiliki tim Toro Rosso.

Jelang sesi latihan di Bahrain, Sean bahkan mendapat suntikan moral yang besar dengan pengumuman tim Toro Rosso yang menjadikannya pebalap penguji di Bahrain, Budapest dan Abu Dhabi.

General Manajer tim Pertamina Arden, Julian Rouse, mengaku sangat terkesan dengan kerja keras dan motivasi yang kuat dari Sean dan Nato.

"Saya sangat kagum dengan pebalap kami. Sean juga menunjukkan kemajuan yang cukup pesat selama sesi latihan resmi tim di Barcelona dan Bahrain. Hampir setiap hari Sean tiba di markas tim sejak pagi hari saat kami baru mempersiapkan tes simulator. Dia pebalap profesional," kata Rouse.

Rouse menambahkan penampilan impresif dua pebalapnya juga memotivasi anggota tim lain untuk lebih bekerja keras mempersiapkan mobil yang andal dan kompetitif. Sejauh ini, Rouse mengaku puas dengan persiapan meski masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Sean dan Nato memberikan input yang banyak untuk tim mekanik dan engineering. Ini atmosfer kerja sama tim yang sangat bagus," ungkapnya menambahkan.

Ditanya apakah Sean bisa finis di barisan depan dan meraih poin pada penampilan perdananya di Bahrain, Rouse mengatakan bahwa balapan F2 (yang sebelumnya bernama GP2) sangat sulit diprediksi.

Persaingan tim sangat kompetitif. Hal ini setidaknya terlihat dari hasil tes di Barcelona dan Bahrain yang menunjukkan selisih catatan waktu tercepat antara pebalap posisi pertama dengan posisi 15 hanya terpaut kurang satu detik.

"Sangat sulit memprediksi dimana posisi kita pada akhir balapan karena sesungguhnya kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selama balapan. Kami hanya fokus untuk pengembangan kemampuan pebalap dan tim, hasil balapan akan mengikuti. Pebalap kami pun lebih fokus kepada performa mereka selama balapan. Balapan perdana akan sangat menantang dan ini saatnya bagi mereka untuk menunjukkan hasil kerja keras mereka selama latihan," Rouse melanjutkan.

 
Embed Widget

x