Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 27 Mei 2017 | 03:58 WIB

Sean Gelael Tutup Sesi Latihan dengan Impresif

Oleh : - | Jumat, 31 Maret 2017 | 20:34 WIB
Sean Gelael Tutup Sesi Latihan dengan Impresif
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAH, Baku - Dua pebalap Pertamina Arden, Norman Nato dan Sean Gelael, menutup sesi latihan resmi kedua balapan F2 di Sirkuit Sakhir, Bahrain, dengan hasil impresif. Keduanya mampu menembus posisi sepuluh besar dengan menempati posisi kedelapan dan kesembilan.

Hasil ini mengulangi pencapaian sesi latihan pertama di Barcelona, Spanyol, dimana mereka menempati posisi 10 besar. Bahkan di hari terakhir mereka bisa berada di peringkat satu dan tujuh. Perjuangan di Bahrain bahkan lebih terasa berat karena tim Pertamina Arden sempat tercecer di luar sepuluh besar pada sesi latihan hari pertama dan kedua.

Pada sesi latihan ketiga Jumat (31/3), Nato membuat catatan waktu tercepat satu menit 41,180 detik. Sementara Sean menorehkan waktu tercepat satu menit 41,181 detik. Sean sebenarnya punya peluang mempertajam waktu, namun terhalang traffic mobil lain.

Persaingan tim sangat kompetitif karena selisih catatan waktu pebalap peringkat satu sampai 16 jaraknya tidak lebih dari satu detik. "Ya ini hasil yang cukup bagus," kata Kepala Engineer Tim Pertamina Arden, Gaetan Jego.

Pebalap Belanda Nyck De Vries tampil sebagai yang tercepat dalam sesi latihan hari ketiga ini dengan catatan waktu satu menit 40, 583 detik.

Sebelumnya pada sesi latihan hari kedua, Sean sempat mengalami kendala pada gearbox dan DRS mobilnya. Akibatnya, Sean tidak bisa meraih catatan waktu maksimal pada sesi latihan pagi ataupun sore. Pada sesi latihan pagi dengan simulasi qualifying run atau mencari catatan waktu terbaik, Sean menorehkan waktu tercepatnya satu menit 42,249 detik.

Sementara pada sesi latihan sore dengan simulasi race run atau latihan menjaga konsistensi balap dan degradasi ban, Sean mencatat waktu terbaik satu menit 47,020 detik. Rekan satu tim Sean, Norman Nato, berada di posisi keenam setelah mencetak waktu tercepat 1 menit 40,909 detik seusai menjalani 38 putaran pada sesi pagi.

Sean mengalami masalah pada gearbox, dan hanya bisa memaksimalkan mobil pada gigi empat pada 10 putaran awal. Akibatnya, Sean kehilangan momen untuk mengejar waktu tercepat ketika temperatur trek sedang optimal, yaitu antara pukul 09.30 sampai 10.00. Saat mobil selesai diperbaiki, temperatur trek sudah tinggi sehingga tidak dapat waktu terbaik.

Setelah istirahat selama dua jam, sesi latihan petang dimulai. Namun, Sean kembali mendapatkan masalah pada DRS mobilnya yang tiba-tiba tak berfungsi. Pada sesi latihan ini, Sean melahap 42 putaran, sedangkan Nato menyelesaikan 33 putaran.

Uji coba hari kedua berlangsung dalam kondisi cuaca yang cerah sehingga para pebalap memilih menggunakan ban medium. Namun, di sesi uji coba siang hingga petang, beberapa tim sudah mencoba menggunakan ban tipe soft. Pada sesi latihan ini, Tim Pertamina Arden, lebih fokus pada simulasi balap dan latihan di pit stop.

Tim Pertamina Arden masih menyimpan dua set ban soft yang memang sengaja disiapkan untuk sesi latihan hari ketiga untuk mengejar waktu tercepat. Strategi ini hampir sama dengan sesi latihan di Barcelona, Spanyol pada dua pekan lalu. Saat itu Nato tampil sebagai pebalap tercepat dan Sean menempati posisi ke-7.

Pebalap Kanada, Nicholas Latifi, tampil sebagai pebalap tercepat pada hari kedua dengan mencetak waktu 1 menit 40,541 detik setelah menempuh 23 putaran pada sesi pagi. Latifi yang tergabung di tim DAMS lebih cepat dari duet pebalap tim Russian Time, Luca Ghiotto dan Artem Markelov, yang menempati posisi kedua dan ketiga.

 
Embed Widget

x